JAKARTA, METROSELEBES.COM – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, mengingatkan kembali pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat kampanye Pilpres 2019 yang menyebut pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman perang global.
Baca Juga: Sumpah Pemuda 2025 Akan Beda: Presiden Luncurkan 'Koperasi Desa Merah Putih', Apa Misinya?”
Menurut Hasan, peringatan Prabowo kala itu dianggap remeh bahkan ditertawakan oleh sebagian kalangan. Namun kini, kata dia, situasi dunia menunjukkan bahwa kekhawatiran Prabowo terbukti nyata.
“Waktu itu, tahun 2019, Pak Prabowo bilang ‘kita sebagai bangsa harus selalu siap dan waspada karena perang bisa terjadi kapan saja’. Banyak yang anggap dunia damai, tidak akan ada perang. Tapi kenyataannya sekarang apa?” kata Hasan dalam sebuah acara di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Mei 2025.
Baca Juga: Strategi Besar Sosial Bangsa Dimulai dari Sini: Fadli Zon Nahkodai HIPIIS 2024-2028
Hasan menuturkan bahwa hanya tiga tahun setelah ucapan itu, pecah konflik besar antara Rusia dan Ukraina pada 2022, disusul oleh perang berkepanjangan antara Israel dan Palestina, dan terbaru, ketegangan militer antara India dan Pakistan yang kini telah berubah menjadi perang terbuka.
“Perang Rusia-Ukraina belum selesai. Israel kembali mengebom Gaza. Minggu ini, India perang dengan Pakistan. Perang makin dekat ke wilayah kita,” ungkap Hasan.
Baca Juga: Program MBG Tak Hanya Sehatkan Anak Bangsa, Tapi Juga Gerakkan Ekonomi Desa
Ia mengaku bahwa dulu dirinya juga tak menyangka ancaman konflik berskala besar masih mungkin terjadi di era modern, namun melihat eskalasi yang terjadi, ia menilai kewaspadaan adalah langkah yang mutlak bagi Indonesia.
“Dulu saya pikir perang itu masa lalu, tapi saya keliru. Apa yang diperingatkan Pak Prabowo bukan sekadar slogan, tapi pandangan strategis jangka panjang,” jelas Hasan.
Baca Juga: Program MBG Tak Hanya Atasi Gizi Buruk, Tapi Juga Buka 90 Ribu Lowongan Kerja untuk Sarjana
Hasan mengingatkan bahwa Indonesia harus terus membangun pertahanan dan menjaga stabilitas dalam negeri sebagai antisipasi atas situasi geopolitik yang kian memanas. ***
Artikel Terkait
Strategi Besar Sosial Bangsa Dimulai dari Sini: Fadli Zon Nahkodai HIPIIS 2024-2028
Sumpah Pemuda 2025 Akan Beda: Presiden Luncurkan 'Koperasi Desa Merah Putih', Apa Misinya?”
Orang Tua Mahasiswi ITB Pembuat Meme Prabowo-Jokowi Minta Maaf, Kampus Pastikan Beri Pendampingan Hukum
Amnesty Kecam Penangkapan Mahasiswi ITB Pembuat Meme Prabowo-Jokowi: Bentuk Represi Digital dan Langgar Putusan MK
Bukan Sekadar Pasar, Apa yang Disiapkan Pemerintah di Balik Rehabilitasi Terban Yogyakarta?
Terancam 12 Tahun Penjara, Mahasiswi ITB Pembuat Meme AI Prabowo-Jokowi Diduga Langgar UU ITE Soal Kesusilaan
ITB Buka Jalur Mandiri 2025, Ini Syarat Harus Siapkan dan Jumlah Biayanya..!
Soal Rumah Kini Bisa di WhatsApp—Gratis, 24 Jam Nonstop!
Program MBG Tak Hanya Atasi Gizi Buruk, Tapi Juga Buka 90 Ribu Lowongan Kerja untuk Sarjana
Program MBG Tak Hanya Sehatkan Anak Bangsa, Tapi Juga Gerakkan Ekonomi Desa