MetroSelebes- Gencatan senjata yang telah disepakati oleh pihak Israel dan Pejuang Hamas di rencanakan akan berlangsung selama 4 hari.
Gencatan senjata tersebut dimulai dari hari Jumat 24/10/2023 sampai 28 /10/2023.
Namun, Gencatan senjata ini seperti hanya untuk kepentingan Israel saja.
Dimana Gencatan senjata yang dilakukan dengan syarat pembebasan 50 tahanan perang dari total sekitar 200 tahanan oleh Hamas kepada Israel.
Israel jg akan membebaskan sekitar 150 tahanan perang kepada Hamas selama perjanjian berlangsung.
Selain kesepakatan untuk saling bertukar membebaskan tawanan perang, Israel juga menyetujui untuk tidak akan melakukan penyerangan selama gencatan senjata berlangsung diseluruh wilayah Gaza.
PM Israel juga memberikan izin kepada bantuan kemanusiaan dan palang merah internasional untuk melakukan respon kemanusiaan kepada warga Gaza.
Baca Juga: Rumor Oktafianus Fernando Ditarik Ke Persebaya, Manajemen Persipal Palu Angkat Suara: Kami Barter
Baca Juga: Larangan Dalam Islam Untuk Menggunakan Bejana Berbahan Emas Dan Perak, Berikut Penjelasannya...
Dilansir dari Al jazeera, Israel bahkan menawarkan penambahan waktu gencatan senjata asalkan Hamas mau membebaskan 10 sandera per hari.
Namun, gencatan senjata ini hanyalah merupakan bentuk penundaan sementara perang yang sedang berlangsung untuk saling membebaskan sandera karena PM Israel mengatakan bahwa:
"Saya ingin menegaskan. Kita sedang dalam perang dan akan terus berperang sampai kita mencapai seluruh tujuan kita, untuk menghancurkan Hamas, dan untuk membebaskan seluruh sandera dan warga kita yang hilang,"
"Kami akan memastikan bahwa tidak ada lagi entitas di Gaza yang akan mengancam Israel,"