Sulawesi Tengah Menuju Simpul Konektivitas Nasional: 1.000 Km Jalan Baru Dorong Ekonomi dan Wisata

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Kamis, 10 Juli 2025 | 05:33 WIB
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memaparkan sejumlah proyek strategis infrastruktur di hadapan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada pertemuan resmi yang berlangsung di Jakarta. (Instagram anwarhafid14)
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memaparkan sejumlah proyek strategis infrastruktur di hadapan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada pertemuan resmi yang berlangsung di Jakarta. (Instagram anwarhafid14)

 

PALU, METROSELEBES.COM - Dalam rangka menjadikan Sulawesi Tengah sebagai simpul konektivitas nasional, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memaparkan sejumlah proyek strategis infrastruktur di hadapan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada pertemuan resmi yang berlangsung di Jakarta.

Anwar Hafid, dalamp emaparan tersebut menitikberatkan pada program pembangunan 1.000 kilometer jalan strategis.

Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardaerah dan mempercepat perputaran ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Baca Juga: Langkah Serentak Kopdes Merah Putih: 77.120 Unit Resmi Berbadan Hukum, Provinsi Hampir Rampung 100 Persen

“Ruas jalan Tambu-Kasimbar, jalur alternatif Palu-Parigi via Bora, hingga konektivitas Palu-Sulsel lewat Gimpub dan Kalemantana merupakan bagian dari langkah nyata mempercepat arus logistik, membuka akses wisata, dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ungkap Anwar Hafid melalui akun resminya di media sosial.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif BERANI Lancar, semangat pembangunan infrastruktur yang diyakini dapat menjadi fondasi kokoh bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Dengan panjang total 1.000 km jalan yang ditargetkan, proyek ini bukan hanya untuk menjangkau wilayah terpencil, tetapi juga memperluas konektivitas antar-kabupaten dan provinsi seperti jalur ke Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Roy Suryo Bongkar Fakta Baru Usai Gelar Perkara Ijazah Jokowi: Ada yang Masih Tertutup

Dalam laporan sebelumnya yang dikutip dari Bappenas.go.id, peningkatan konektivitas infrastruktur di Kawasan Timur Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah, menjadi salah satu prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Pemerintah pusat mendorong percepatan pembangunan jalan, pelabuhan, dan bandara untuk membuka akses ekonomi yang lebih merata.

Menurut data Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Sulawesi Tengah, dari total jaringan jalan provinsi sepanjang lebih dari 2.300 km, sekitar 30 persen masih dalam kondisi rusak ringan hingga berat.

Baca Juga: Koperasi Bangkit dari Pinggiran: 80 Ribu Koperasi Desa Disiapkan, Pemerintah Dorong Pelatihan Masif

Kehadiran proyek 1.000 km jalan baru akan sangat krusial untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mengurangi ketimpangan antarwilayah pedesaan dan perkotaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X