POSO, METROSELEBES.COM – Satgas III Preventif Operasi Madago Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan situasi kondusif di wilayah Poso, Sulawesi Tengah.
Salah satu wujud kegiatan yang dilakukan adalah menggelar upacara bendera bersama siswa-siswi SD-SMP Satu Atap (Satap) Pantangolemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso pada Senin (26/05/2025).
Baca Juga: Inilah Penyebab Kebakaran Kodim 1307/Poso, Api Pertama Kali Dilihat Oleh Warga
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh sejumlah personel Satgas Madago Raya sebagai bagian dari pendekatan persuasif Polri dalam membangun keamanan dan ketertiban masyarakat sejak dini melalui jalur edukasi.
“Kami ingin menanamkan semangat nasionalisme kepada anak-anak sejak dini. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus punya rasa cinta tanah air,” ujar Kasatgas III Preventif, Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si.
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti puluhan siswa serta guru. Personel pos kamtibmas bertugas sebagai inspektur dan pelaksana upacara, sementara para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Baca Juga: Polisi Hadiri Pemakaman Alumni Deradikalisasi di Poso, Warga Nyatakan Dukungan untuk Jaga Keamanan
Tak hanya itu, seusai upacara, personel Satgas juga memberikan materi edukasi seputar wawasan kebangsaan dan pentingnya menjaga persatuan.
Materi tersebut disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan agar mudah dicerna oleh para pelajar.
Untuk menambah semangat, Satgas Madago Raya turut menggelar kuis interaktif dengan hadiah menarik. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan seputar Pancasila, lagu kebangsaan, dan tugas-tugas Kepolisian, langsung mendapatkan bingkisan dari petugas.
“Anak-anak sangat senang. Ini bukan cuma soal edukasi, tapi juga upaya kami membentuk karakter mereka,” tambah Kurniawan.
Baca Juga: Madu Trigona Jadi Simbol Damai, Alumni Deradikalisasi Poso Kini Pelopor UMKM Lokal
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala di sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan, sebagai bagian dari strategi membangun kedamaian dan cinta tanah air di tengah masyarakat.
Sementara itu, Mariyam, S.Pd, guru SD-SMP Satap Pantangolemba, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut.
Artikel Terkait
Menyatukan Narasi, Merangkai Sejarah: Kolaborasi Besar Penulisan Sejarah Indonesia Dimulai
Sawah dari Lahan Sitaan: Terobosan Kementerian Pertanian Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global
Jelang Puncak Haji, 95 Persen Jemaah Indonesia Sudah Kantongi Kartu Nusuk
Suhu Wukuf di Arafah Diprediksi 50 Derajat, Jemaah Diminta Berteduh di Tenda
Arab Saudi Tindak Tegas Haji Ilegal, Pelanggar Terancam Denda Ratusan Juta dan Larangan Masuk 10 Tahun
Ramai Soal Stairlift di Candi Borobudur, Istana Tegaskan Tak Rusak Cagar Budaya
Fadli Zon Klarifikasi Soal Chairlift di Candi Borobudur Sebut Bukan Eskalator dan Tak Rusak Bangunan
Revisi UU Koperasi Jadi Sorotan: DPR Dorong Transformasi Besar Dunia Perkoperasian Nasional
Jelang Laga Kualifikasi Piala Dunia, Kluivert Enggan Remehkan China Meski Garuda Main di GBK
Wali Kota Palu Bahas Keamanan Wilayah Bersama Camat dan Lurah, Tekankan Laporan dan Rencana Aksi Tertulis