Madu Trigona Jadi Simbol Damai, Alumni Deradikalisasi Poso Kini Pelopor UMKM Lokal

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Jumat, 16 Mei 2025 | 06:02 WIB
Empat alumni program deradikalisasi kini tampil sebagai pelopor pelaku UMKM dengan meresmikan Gerai Pro-Posoku UMKM Ternak Madu Trigona di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kamis, 15 Mei 2025. (Foto : Humas Polres Poso)
Empat alumni program deradikalisasi kini tampil sebagai pelopor pelaku UMKM dengan meresmikan Gerai Pro-Posoku UMKM Ternak Madu Trigona di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kamis, 15 Mei 2025. (Foto : Humas Polres Poso)

POSO, METROSELEBES.COM – Kabupaten Poso kembali menorehkan langkah progresif dalam membangun perdamaian dan ekonomi lokal.

Empat alumni program deradikalisasi di Poso kini tampil sebagai pelopor pelaku UMKM dengan meresmikan Gerai Pro Posoku UMKM Ternak Madu Trigona di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kamis, 15 Mei 2025.

Baca Juga: Polres Morowali Gencarkan Patroli Kota Presisi, Premanisme Disapu Demi Amankan Iklim Investasi

Gerai madu ini bukan sekadar pusat produksi, tapi juga simbol transformasi sosial dan harapan baru.

Dalam peresmian yang berlangsung di Desa Puna itu, hadir berbagai pihak lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan hingga lembaga masyarakat sipil.

“Ini bukan hanya tentang madu. Ini tentang perubahan. Tentang peluang kedua untuk berkontribusi bagi bangsa,” ujar Camat Poso Pesisir, Muis Saing, dalam sambutannya.

Program ini menggandeng alumni deradikalisasi bernama Ali Sanang, Imron, Samil, dan Rafli, yang kini menekuni budidaya lebah Trigona—jenis lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu berkualitas tinggi.

Baca Juga: Rayen Pono Tantang Ahmad Dhani Hadapi Proses Hukum Secara Gentle

Produk mereka bahkan telah mendapat sertifikasi halal dari Kementerian Agama, yang diserahkan langsung dalam kegiatan tersebut bersama Dinas Kumprindag Poso.

Direktur Lembaga Penguatan Masyarakat, Indri Ati Nur, menyebut inisiatif ini sebagai bentuk nyata integrasi sosial pasca-konflik. “Model ini bisa direplikasi di wilayah lain. Ekonomi bisa jadi jalan rekonsiliasi,” jelasnya.

Dukungan penuh datang dari berbagai pihak, termasuk TNI-Polri. Satgas III Preventif Pos Kamtibmas Tamanjeka yang dipimpin Aipda Ismianto turut hadir memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan. “Kami dukung penuh gerakan yang membawa perdamaian seperti ini,” tegasnya.

Baca Juga: Gubernur BI Soroti Hijab Impor dari China, Dorong UMKM Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah

Kepala Kesbangpol Kabupaten Poso, Ketua MUI, perwakilan Danramil, Babinsa Kasiguncu, dan Bhabinkamtibmas Desa Tiwaa juga hadir menunjukkan sinergi antarsektor.

Acara ditutup dengan ajakan kepada para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Poso Pesisir untuk meniru inisiatif ini. Pemerintah daerah pun menyatakan komitmennya mendukung program berbasis kemandirian ekonomi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Bumi Sintuwu Maroso. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X