Kopdes Merah Putih Jadi Senjata Baru Tumpas Kemiskinan Desa"

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 11:55 WIB
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi bersama Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menerima audiensi dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta pada Selasa, 6 Agustus 2025. (INSTAGRAM KEMENKOP)
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi bersama Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menerima audiensi dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta pada Selasa, 6 Agustus 2025. (INSTAGRAM KEMENKOP)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi bersama Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menerima audiensi dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta pada Selasa, 6 Agustus 2025.

Pertemuan ini membahas pemanfaatan data desa dan profil potensi wilayah sebagai dasar penyusunan kebijakan nasional, terutama dalam program pengentasan kemiskinan melalui inisiatif Kopdes Merah Putih.

Dalam audiensi tersebut, BPS memaparkan pentingnya akurasi data desa dan potensi lokal sebagai langkah awal dalam merancang strategi efektif untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerah pedesaan.

Baca Juga: Dorong Kemandirian Energi, Koperasi Merah Putih Ditetapkan Jadi Pangkalan Resmi LPG 3 Kg

Data tersebut akan digunakan sebagai pijakan dalam pelaksanaan program strategis Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang digagas oleh Kementerian Koperasi sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Program Kopdes Merah Putih dirancang sebagai koperasi berbasis komunitas yang menyasar langsung kantong-kantong kemiskinan.

Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis data, koperasi ini akan menjadi instrumen ekonomi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Baca Juga: Sadis! Pencurian Ternak di Palu, Sapi Dimutilasi di Lokasi Kejadian

Hal ini sejalan dengan rencana pembangunan nasional yang menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0% pada tahun 2028.

Menteri Budi Arie menekankan bahwa kehadiran data yang akurat bukan sekadar pelengkap kebijakan, tetapi fondasi utama agar program-program penanggulangan kemiskinan lebih tepat sasaran.

"Salah satu alat yang kami dorong untuk mempercepat pengentasan kemiskinan adalah koperasi, dan Kopdes Merah Putih akan kami arahkan untuk langsung menyentuh masyarakat di garis kemiskinan," tegasnya.

Baca Juga: Tragedi Diam di Perbatasan Gaza: 22 Ribu Kontainer Logistik Mengantre, Perut Rakyat Tetap Kosong

Sebagai tambahan, berdasarkan data BPS 2024, sekitar 10,6 juta penduduk Indonesia masih berada dalam kategori miskin ekstrem, sebagian besar berada di wilayah pedesaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X