JAKARTA, METROSELEBES.COM - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi bersama Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menerima audiensi dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta pada Selasa, 6 Agustus 2025.
Pertemuan ini membahas pemanfaatan data desa dan profil potensi wilayah sebagai dasar penyusunan kebijakan nasional, terutama dalam program pengentasan kemiskinan melalui inisiatif Kopdes Merah Putih.
Dalam audiensi tersebut, BPS memaparkan pentingnya akurasi data desa dan potensi lokal sebagai langkah awal dalam merancang strategi efektif untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerah pedesaan.
Baca Juga: Dorong Kemandirian Energi, Koperasi Merah Putih Ditetapkan Jadi Pangkalan Resmi LPG 3 Kg
Data tersebut akan digunakan sebagai pijakan dalam pelaksanaan program strategis Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang digagas oleh Kementerian Koperasi sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Program Kopdes Merah Putih dirancang sebagai koperasi berbasis komunitas yang menyasar langsung kantong-kantong kemiskinan.
Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis data, koperasi ini akan menjadi instrumen ekonomi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Baca Juga: Sadis! Pencurian Ternak di Palu, Sapi Dimutilasi di Lokasi Kejadian
Hal ini sejalan dengan rencana pembangunan nasional yang menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0% pada tahun 2028.
Menteri Budi Arie menekankan bahwa kehadiran data yang akurat bukan sekadar pelengkap kebijakan, tetapi fondasi utama agar program-program penanggulangan kemiskinan lebih tepat sasaran.
"Salah satu alat yang kami dorong untuk mempercepat pengentasan kemiskinan adalah koperasi, dan Kopdes Merah Putih akan kami arahkan untuk langsung menyentuh masyarakat di garis kemiskinan," tegasnya.
Baca Juga: Tragedi Diam di Perbatasan Gaza: 22 Ribu Kontainer Logistik Mengantre, Perut Rakyat Tetap Kosong
Sebagai tambahan, berdasarkan data BPS 2024, sekitar 10,6 juta penduduk Indonesia masih berada dalam kategori miskin ekstrem, sebagian besar berada di wilayah pedesaan.
Artikel Terkait
Emas Vs Bitcoin, Duel Safe Haven Era Digital: Siapa yang Lebih Unggul?
Tiga Kandidat Lolos Seleksi Sekda Tojo Una-Una, Kini Masuki Tahap Uji Publik
Kado Merdeka untuk Guru PAUD: 253 Ribu Pendidik Dapat Bantuan di HUT RI ke-80
Setelah Dapat BSU, Kini Guru Non ASN Dapat Bantuan Insentif Guru dan Afirmasi Kualifikasi S1
Prabowo Optimis Indonesia Bebas Kemiskinan Jauh Sebelum 2045, Pemerintah Genjot Aksi Lewat Inpres 8/2025
PMK 49 2025: Jurus Baru Pemerintah Atasi Krisis Permodalan Koperasi Desa
Merah Putih Jadi Simbol Koperasi Desa: Pemerintah Satukan Regulasi Pembiayaan Kopdes/Kel
Tragedi Diam di Perbatasan Gaza: 22 Ribu Kontainer Logistik Mengantre, Perut Rakyat Tetap Kosong
Sadis! Pencurian Ternak di Palu, Sapi Dimutilasi di Lokasi Kejadian
Dorong Kemandirian Energi, Koperasi Merah Putih Ditetapkan Jadi Pangkalan Resmi LPG 3 Kg