Kaco di Acara Pemuda! Viral Video Ricuh dan Komentar Pedas Warganet

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 04:42 WIB
Sebuah video viral berdurasi 1 menit 24 detik yang diunggah oleh akun Yunina Mantiri di media sosial Facebook dengan caption "Kaco kaco kaco???? #reelsss", memancing gelombang reaksi dari warganet Sulawesi Utara. (Screshoot vidio fb Yunina Mantiri)
Sebuah video viral berdurasi 1 menit 24 detik yang diunggah oleh akun Yunina Mantiri di media sosial Facebook dengan caption "Kaco kaco kaco???? #reelsss", memancing gelombang reaksi dari warganet Sulawesi Utara. (Screshoot vidio fb Yunina Mantiri)

 

MANADO, METROSELEBES.COM - Sebuah video viral berdurasi 1 menit 24 detik yang diunggah oleh akun Yunina Mantiri di media sosial Facebook dengan caption "Kaco kaco kaco???? #reelsss", memancing gelombang reaksi dari warganet Sulawesi Utara.

Video tersebut memperlihatkan suasana kericuhan yang diduga terjadi dalam sebuah acara pemuda (PE), di mana beberapa orang tampak saling dorong hingga nyaris baku hantam di bawah tenda.

Istilah kaco yang berulang kali disebut dalam komentar warganet menjadi sorotan utama.

Baca Juga: Main Hakim Sendiri Berujung Tragis: Maling Dibakar Hidup-Hidup, Dunia Maya Geger

Komentar seperti “Anak-anak PMDDA p’ tabiasa bagitu” dari pengguna Alfriany Langkedeng-siging, hingga komentar tajam dari Shandy Bohene Aco yang menyebut “memang anak-anak pamadada bagitu… gamkahe rikin trg jaga lari kasiang” menunjukkan bahwa kejadian seperti ini dianggap bukan hal baru dalam lingkup kegiatan pemuda daerah tersebut.

Akun lain seperti Erick Taka dan Alan Sahu Ruslan Ilo juga turut menyebut kata “kaco” sebagai ekspresi kekacauan situasi tersebut.

Bahkan, nama-nama warga seperti Hanok Sudan Fano dan Marta Neys Vhano ikut diseret dalam obrolan sebagai bagian dari hiburan atau sindiran khas lokal.

Baca Juga: Dana Bansos Tersangkut di Rekening Dormant, DPR RI Serukan Audit Total dan Satgas Khusus

Unggahan ini telah dilihat lebih dari 20 ribu kali dengan ratusan komentar yang sebagian besar bernada kritik namun bercampur gelak tawa.

Dalam acara-acara kepemudaan seperti PE (Persekutuan atau Perayaan Pemuda), semestinya menjadi ajang persatuan, kreativitas, dan ekspresi positif.

Namun peristiwa ini justru memperlihatkan sisi lain yang mencoreng semangat kebersamaan.

Baca Juga: 80 Ribu Kopdes Terbentuk Kilat: Gebrakan Budi Arie Pecahkan Rekor Nasional

Beberapa tokoh masyarakat menyayangkan insiden ini karena dapat memberikan citra buruk terhadap organisasi dan pembinaan generasi muda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X