Inti berita:
• Seorang Guru SDK Terpencil Ogolau, Parigi Moutong, Sulteng, berjuang memenuhi kebutuhan murid agar dapat mengikuti karnaval HUT ke-81 RI di Kecamatan Tinombo.
METROSELEBES.com, PARIGI MOUTONG - HUT RI ke-81 memang telah berlalu. Namun, dari pelosok Ogolau, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tersisa sebuah kisah tentang perjuangan sederhana yang bermakna.
Sehari sebelum karnaval digelar, seorang guru masih sibuk mencari perlengkapan untuk anak didiknya. Bagi siswa di sekolah terpencil itu, mengikuti pawai kemerdekaan bukan sekadar tampil mengenakan seragam dan berjalan bersama, melainkan kesempatan untuk merasakan kemeriahan HUT RI seperti anak-anak sekolah lainnya.
Baca juga: Island Battle Royal: Saat Pulau Terpencil Berubah Menjadi Arena Permainan Maut Akiyoshi Rikako
Momen itu dibagikan seorang guru dari SD Kecil (SDK) Terpencil Ogolau, Kabupaten Parigi Moutong. Melalui unggahan Instagram @rskdrian, ia memperlihatkan rangkaian persiapan murid-muridnya sebelum mengikuti karnaval di Kecamatan Tinombo. “Di balik layar anak-anak hebat ibu guru ikut meramaikan peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Tinombo,” tulisnya dalam unggahan tersebut, dikutip Selasa (18/8/2026).
Bagi sekolah tersebut, kesempatan ikut karnaval menjadi pengalaman yang membahagiakan. Sang guru mengatakan keikutsertaan itu terasa istimewa karena sekolah di daerah terpencil membutuhkan lebih banyak tenaga dan biaya untuk mengikuti kegiatan yang mungkin dianggap biasa oleh sekolah lain.
Baca juga: 8 Tuntutan BEM UI dalam Demo di Bundaran HI: Desak Hentikan KKN hingga Tolak Intervensi TNI-Polri
“Alhamdulillah sekolah terpencil bisa ikut meramaikan momentum peringatan kemerdekaan seperti ini,” ungkapnya. Ia mengaku bangga melihat antusiasme anak-anak, terlebih para orang tua murid juga ikut merasakan kebahagiaan ketika sekolah mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan perayaan kemerdekaan.
Persiapan pun dilakukan dengan segala keterbatasan. Sehari sebelum pawai, sang guru masih mencari perlengkapan yang dibutuhkan. “H-1 baru nyadar butuh kaos tangan, minta bantuan netizen Facebook dan langsung ketemu,” tuturnya. Bantuan dari berbagai pihak membuat kebutuhan anak-anak perlahan terpenuhi.
Baca juga: Viral Siswi SD di Mamasa Jalan Kaki 1 Kilometer demi Ikut Upacara, Banjir Apresiasi Warga
Seragam dan sepatu juga menjadi perhatian. Beberapa murid disebut memiliki seragam yang sudah tidak layak sehingga perlu dilengkapi sebelum tampil. Sang guru bahkan membawa sepatu baru yang merupakan hadiah dari rekannya ke lokasi pada hari pelaksanaan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor yang ikut membantu anak-anak mendapatkan pengalaman yang selama ini tidak mudah mereka rasakan.
Artikel Terkait
Viral Siswi SD di Mamasa Jalan Kaki 1 Kilometer demi Ikut Upacara, Banjir Apresiasi Warga
Nias Selatan Diguncang Gempa M 6,1, Episentrum 160 Km dari Daratan: BMKG Beri Imbauan
Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar Hari Ini, Kuasa Hukum Uji Sah Penetapan Tersangka hingga Penggeledahan
8 Tuntutan BEM UI dalam Demo di Bundaran HI: Desak Hentikan KKN hingga Tolak Intervensi TNI-Polri
Island Battle Royal: Saat Pulau Terpencil Berubah Menjadi Arena Permainan Maut Akiyoshi Rikako