JAKARTA, METROSELEBES.COM - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi angkat bicara terkait hadiah jam tangan mewah merek Rolex yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada para pemain tim nasional Indonesia.
Mensesnek menegaskan bahwa hadiah tersebut berasal dari dana pribadi Presiden, bukan dari anggaran negara.
“Pasti loh (dari dana pribadi),” ujar Prasetyo saat dikonfirmasi pada Selasa, 10 Juni 2025.
Baca Juga: Pemerintah Kucurkan Dana Rp277 Miliar untuk Timnas Indonesia, Warganet Soroti Transparansi Anggaran
Pernyataan itu disampaikan menyusul pertanyaan publik mengenai sumber dana pemberian hadiah mewah tersebut.
Prasetyo menegaskan bahwa tidak ada penggunaan dana negara dalam bentuk apa pun untuk pembelian jam tangan tersebut.
“Enggak ada,” tegasnya saat ditanya soal kemungkinan adanya anggaran negara yang digunakan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Jamu Timnas Indonesia Usai Kalahkan Timnas China
Prasetyo menyampaikan bahwa hadiah itu adalah bentuk apresiasi pribadi Presiden Prabowo atas perjuangan dan pencapaian luar biasa para pemain timnas yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Ini bentuk dukungan beliau (Presiden Prabowo). Jangan dilihat negatif, tapi sebagai wujud kebanggaan terhadap timnas,” ujarnya.
Diketahui, Presiden Prabowo memberikan hadiah berupa jam tangan Rolex kepada para pemain timnas Indonesia pada Jumat, 6 Juni 2025, sebagai bentuk penghargaan atas semangat juang mereka di lapangan. ***
Artikel Terkait
Padi Nusantara: Potret Kejayaan 5 Provinsi dalam Menopang Ketahanan Pangan Indonesia
Benteng Raksasa Pantura: Mega Proyek Giant Sea Wall Penyelamat Pesisir Jawa
Mentan Amran Targetkan Swasembada Gula 2028-2030
Deklarasi Bersih dari Korupsi: Kemenkop Kawal 80.000 Kopdes Merah Putih dengan Integritas
Mimpi Gaji Tinggi Berujung Jerat: Waspada Penipuan Berkedok Kerja di Luar Negeri
Kampus Bhinneka Tangguh Unhan RI Diresmikan, Jadi Pilar Pendidikan Patriotik Masa Depan
Filantropi Militer: Menelusuri Jejak Kemanusiaan D.I. Pandjaitan di Tengah Dinamika Patriotisme Kontemporer
Deklarasi dan MoU Lawan TPPO, Target 10.000 Pekerja Migran Legal!
Tiga Pilar Kopdes Merah Putih dapat berjalan optimal
Dorong Percepatan pLPendirian Koperasi Merah Putih, DPD Kunjungi DPMD Jawa Barat