PARIGI, METROSELEBES.COM – Slogan kopdes merah putih “Bangun Koperasi Desa, Indonesia Jaya” bukan sekadar ungkapan semangat, melainkan sebuah gerakan nyata untuk membangkitkan perekonomian masyarakat dari tingkat terbawah.
Koperasi desa kini dipandang sebagai pilar utama dalam memperkuat kemandirian ekonomi rakyat, terutama di tengah tantangan global yang makin kompleks.
Di berbagai daerah, koperasi desa mulai menunjukkan kontribusinya melalui program pemberdayaan petani, nelayan, hingga pelaku UMKM lokal.
Baca Juga: Proposal Bisnis Koperasi Jadi Syarat Utama Akses Pembiayaan Bank Himbara
Dengan model usaha berbasis gotong-royong, koperasi desa mampu menjadi alternatif solusi dari sistem ekonomi kapitalis yang seringkali merugikan masyarakat kecil.
Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, hingga akhir 2024 terdapat lebih dari 127 ribu koperasi aktif di Indonesia, dan sebagian besar berbasis di desa.
Slogan koperasi desa menjadi semakin relevan saat melihat banyaknya kisah sukses yang lahir dari desa-desa produktif.
Baca Juga: Ekonom Senior Desak Pemerintah Bongkar Skandal BLBI dan Stop Subsidi Rekap BCA dari APBN
Misalnya, koperasi petani jagung di Gorontalo yang mampu meningkatkan harga jual hasil panen hingga 30%, atau koperasi nelayan di Sulawesi Tengah yang berhasil membuka akses ekspor ikan ke Filipina.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat dukungan melalui program digitalisasi koperasi desa.
Dengan sistem keuangan berbasis aplikasi, transparansi dan akuntabilitas koperasi semakin terjaga.
Baca Juga: Kuasa Hukum Ridwan Kamil Hormati Rencana Lisa Mariana Lakukan Tes DNA Ulang
Hal ini sejalan dengan target Indonesia Emas 2045 yang menempatkan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi rakyat.
Artikel Terkait
Stok Beras Bulog Menggunung, Kemendagri Peringatkan Risiko Negara Merugi Akibat Distribusi Lambat
Sri Mulyani Siapkan Rp3,4 Triliun untuk Insentif PPN DTP Perumahan 2026
Kemendagri Soroti Anomali Harga Beras Naik di Tengah Gencarnya Penyaluran SPHP Bulog
Kisah Inspiratif Pemilik BestDough Bakery, Sempat Terpuruk Kini Bangkit Dengan Omzet Naik 750 Persen
Ketua MPR Tegaskan Isu Periode Jabatan Presiden Jadi 8 Tahun Hanya Mengada-Ada
Beberapa Daerah Bergejolak Karena PBB Naik, Mendagri Tegaskan Tak Bisa Batalkan Langsung
Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp1,66 Triliun, Sektor Wisata Jadi Pendorong Utama
Kuasa Hukum Ridwan Kamil Hormati Rencana Lisa Mariana Lakukan Tes DNA Ulang
Ekonom Senior Desak Pemerintah Bongkar Skandal BLBI dan Stop Subsidi Rekap BCA dari APBN
Proposal Bisnis Koperasi Jadi Syarat Utama Akses Pembiayaan Bank Himbara