JAKARTA, METROSELEBES.COM – Proposal bisnis kini menjadi syarat utama bagi koperasi desa (Kopdes) untuk mendapatkan pembiayaan dari Bank Himbara.
Proposal bisnis bukan hanya formalitas, tetapi merupakan peta jalan usaha yang akan menuntun Kopdes agar disiplin, jelas, dan siap berkembang di tengah persaingan ekonomi.
Dalam proposal bisnis, koperasi diwajibkan menyusun rencana usaha secara spesifik dan terukur, misalnya menyebutkan kebutuhan nyata seperti "Truk 3 ton untuk angkut hasil panen" alih-alih hanya menulis "kendaraan".
Baca Juga: Ekonom Senior Desak Pemerintah Bongkar Skandal BLBI dan Stop Subsidi Rekap BCA dari APBN
Selain itu, proyeksi keuangan juga harus realistis dengan menampilkan hitungan pemasukan, biaya operasional, serta Sisa Hasil Usaha (SHU) yang masuk akal, bukan angka sembarangan.
Bank Himbara juga menekankan bahwa proposal harus berbasis data.
Artinya, koperasi perlu menyertakan jumlah anggota, volume panen, dan aset yang sudah ada agar pihak bank yakin bahwa usaha yang dijalankan memang nyata.
Baca Juga: Kuasa Hukum Ridwan Kamil Hormati Rencana Lisa Mariana Lakukan Tes DNA Ulang
Di samping itu, proposal bisnis harus dibuat rapi dan konsisten, sesuai kondisi koperasi, bukan hasil salin-tempel dari contoh umum yang sering beredar.
Menurut Kementerian Koperasi dan UKM, masih banyak koperasi yang gagal mendapatkan pembiayaan lantaran proposalnya tidak memenuhi standar.
Data tahun 2024 mencatat, dari 123 ribu koperasi aktif di Indonesia, hanya sekitar 20 persen yang berhasil mengakses pembiayaan perbankan.
Baca Juga: Beberapa Daerah Bergejolak Karena PBB Naik, Mendagri Tegaskan Tak Bisa Batalkan Langsung
Salah satu penyebabnya adalah lemahnya penyusunan proposal bisnis yang seharusnya menjadi jembatan antara koperasi dan lembaga keuangan.
Artikel Terkait
Viral Bocah di Gowa Diduga Pungut Sisa Makanan Pejabat usai Acara HUT RI ke-80
Stok Beras Bulog Menggunung, Kemendagri Peringatkan Risiko Negara Merugi Akibat Distribusi Lambat
Sri Mulyani Siapkan Rp3,4 Triliun untuk Insentif PPN DTP Perumahan 2026
Kemendagri Soroti Anomali Harga Beras Naik di Tengah Gencarnya Penyaluran SPHP Bulog
Kisah Inspiratif Pemilik BestDough Bakery, Sempat Terpuruk Kini Bangkit Dengan Omzet Naik 750 Persen
Ketua MPR Tegaskan Isu Periode Jabatan Presiden Jadi 8 Tahun Hanya Mengada-Ada
Beberapa Daerah Bergejolak Karena PBB Naik, Mendagri Tegaskan Tak Bisa Batalkan Langsung
Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp1,66 Triliun, Sektor Wisata Jadi Pendorong Utama
Kuasa Hukum Ridwan Kamil Hormati Rencana Lisa Mariana Lakukan Tes DNA Ulang
Ekonom Senior Desak Pemerintah Bongkar Skandal BLBI dan Stop Subsidi Rekap BCA dari APBN