JAKARTA, METROSELEBES.COM – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya praktik tambang ilegal di Indonesia.
Prabowo menyebut tak akan melidungi siapa pun yang terlibat dalam pratik tambang ilegal sekalipun jenderal atau partai politik.
Hal itu dia sampaikan dalam pidato kenegaraan perdananya pada Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat 15 Agustus 2025.
Baca Juga: Lima Komoditas Ini Bisa Jadi Tambang Emas Baru Lewat Hilirisasi
Prabowo menyebut terdapat 1.063 titik tambang ilegal yang beroperasi dengan potensi kerugian negara mencapai Rp300 triliun.
“Kekayaan yang dihasilkan oleh 1.063 tambang ilegal ini, dilaporkan potensi kerugian negara adalah minimal Rp300 triliun,” ungkap Prabowo di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta.
Prabowo menegaskan tidak akan ada kompromi terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk pejabat tinggi militer, kepolisian, maupun partai politik.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor Tambang Emas di Papua Barat, 6 Tewas dan 14 Masih Hilang
“Saya beri peringatan! Apakah ada orang-orang besar, orang-orang kuat, jenderal-jenderal dari manapun. TNI atau jenderal dari polisi atau mantan jenderal? Tidak ada alasan, kami akan bertindak,” tegasnya.
Lebih jauh, Prabowo juga mengingatkan seluruh partai politik, termasuk Partai Gerindra yang ia pimpin, agar tidak main-main dengan praktik tambang ilegal.
“Saya ingatkan anggota-anggota semua partai, termasuk partai saya, Gerindra, cepat-cepat kalau ada yang terlibat. Laporkan saja, karena walaupun kau Gerindra tidak akan saya lindungi,” tegasnya.
Baca Juga: Dirut PT Timah Soroti Tambang Ilegal Kian Marak Usai Kasus Harvey Moeis Terungkap
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPR Puan Maharani juga menyoroti praktik bisnis manipulatif yang merugikan rakyat. Ia menilai tambang ilegal, judi online, narkoba, hingga penyelundupan sebagai kenyataan pahit yang harus diberantas bersama.
“Sebagian kecil masyarakat, dengan segala kelebihannya, justru mengeksploitasi rakyat. Keuntungan mereka sudah melampaui batas rasionalitas,” ujar Puan.
Pernyataan tegas Presiden Prabowo ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentolerir praktik tambang ilegal yang merugikan negara dan rakyat.***
Artikel Terkait
Kades Kini Punya Wewenang Resmi Setujui Dana Kopdes Merah Putih
Studi Kelayakan Kereta Api Trans Borneo Rampung 2026, Malaysia-Brunei-Indonesia Siap Terkoneksi Jalur Rel Cepat
Istana Imbau Masyarakat Hentikan Aktivitas Selama 3 Menit Saat Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus
Menkes Budi Gunadi Kecam Intimidasi Terhadap Dokter Syahpri di RSUD Sekayu, Siap Beri Dukungan Hukum
Soal Intimidasi Keluarga Pasien RSUD Sekayu, Dokter Syahpri Didukung PB IDI Dan Kemenkes Tempuh Jalur Hukum
Mentan Amran Ajak Petani Muda Bangkit, Beberkan Tren Ekspor-Impor Pertanian 2025
Prabowo Tegas Bantah Anggapan Pemikiran Bung Karno Dan Bung Hatta Sudah Tak Relevan
Prabowo Selamatkan Rp300 Triliun Dana APBN 2025 Dari Risiko Korupsi Dan Dialihkan Untuk Rakyat
Bitcoin Sempat Sentuh Rp1,93 Miliar per Koin Sebelum Anjlok Usai Data Inflasi AS Tekan Pasar
Prabowo Canangkan 80 Ribu Koperasi Desa, Tonggak Baru Ekonomi Kerakyatan