JAKARTA, METROSELEBES.COM - Pemerintah Indonesia menghadapi tantangan besar setelah Amerika Serikat menetapkan tarif impor sebesar 32% terhadap sejumlah komoditas dari Indonesia.
Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah proteksionis lanjutan yang diwarisi dari era Presiden Donald Trump, yang dikenal dengan strategi "America First"-nya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa pemerintah tidak tinggal diam.
Baca Juga: PM Australia Albanese Serukan Kerja Sama dengan China Atasi Kelebihan Kapasitas Baja Global
Saat ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sedang melakukan lobi intensif ke pemerintah AS agar tarif tersebut dapat ditinjau ulang, terutama bagi produk ekspor strategis Indonesia seperti karet, tekstil, dan produk elektronika.
Presiden Prabowo Subianto pun langsung turun tangan dengan strategi jangka panjang.
Salah satunya dengan membuka pasar ekspor baru ke negara-negara non-tradisional, termasuk Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan.
Baca Juga: Rusia dan Tiongkok Bahas Perang Ukraina dan Hubungan dengan AS di Tengah Ketegangan Global
Menurut sumber dari Kemenko Perekonomian, langkah ini bertujuan agar Indonesia tidak tergantung pada pasar AS dan tetap menjaga neraca perdagangan tetap surplus.
Pakar ekonomi internasional menilai bahwa respons cepat ini penting agar Indonesia tidak kehilangan momentum pertumbuhan ekspor yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Berdasarkan data BPS, AS merupakan salah satu dari lima besar tujuan ekspor Indonesia, dengan nilai mencapai lebih dari US$ 20 miliar per tahun.***
Artikel Terkait
Diwakili Kuasa Hukum, Lita Gading Bantah Lakukan Perundungan Terhadap Anak Ahmad Dhani
Kasus Dugaan Korupsi Chromebook, Kejagung Sita Dokumen dan Flashdisk dari Kantor GoTo
Kasus Kematian Brigadir Nurhadi Masih Misteri, Kompolnas Sebut Pelaku Utama Akan Terungkap di Persidangan
Wali Kota Iwanuma, Jepang, Kunjungi Palu Bahas Komunitas Tangguh Bencana
Bukan Perundungan, Kuasa Hukum Lita Gading Klaim Video soal Anak Ahmad Dhani Bersifat Edukasi
Trump Murka, Ini Daftar Lengkap 11 Negara Anggota Tetap BRICS yang Kini Dituding Jadi Ancaman Ekonomi AS
Pertanyakan Waktu KKN dan Wisuda, Dokter Tifa Kembali Soroti Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Kunjungi Huntap Tondo, Wali Kota Iwanuma dan Wakil Wali Kota Palu Serahkan Hadiah Tamaura Tournament
Rusia dan Tiongkok Bahas Perang Ukraina dan Hubungan dengan AS di Tengah Ketegangan Global
PM Australia Albanese Serukan Kerja Sama dengan China Atasi Kelebihan Kapasitas Baja Global