KPAI Minta Dedi Mulyadi Evaluasi Program Barak TNI untuk Siswa Nakal di Jawa Barat

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 20:52 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.  (Foto : Instagram.com/@dedimulyadi71)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto : Instagram.com/@dedimulyadi71)

BANDUNG, METROSELEBES.COM – Program pendidikan karakter Pancawaluya yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan.

Program yang mengirim siswa “nakal” ke barak milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Baca Juga: Rusia Minta Ukraina Mundur dari Wilayah Sengketa Sebelum Sepakat Gencatan Senjata, Negosiasi di Turki Mandek

Komisioner KPAI, Jasra Putra, menyampaikan bahwa pendidikan karakter dengan pendekatan militer memang bisa menjadi alternatif, namun penerapannya harus tetap berpedoman pada prinsip perlindungan anak.

“Program Pendidikan Karakter Pancawaluya Jawa Barat Istimewa yang telah berjalan saat ini cukup dilakukan untuk satu tahap terlebih dahulu,” ujar Jasra dalam konferensi pers virtual pada Jumat, 16 Mei 2025.

Jasra menilai, sebelum program ini dilanjutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu melakukan evaluasi menyeluruh guna merumuskan model program dan standar yang tepat agar tidak bertentangan dengan hak-hak anak.

Baca Juga: Bawa Pesan Perdamaian dari Prabowo, Cak Imin Hadiri Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan

Tak hanya itu, KPAI juga menyoroti pentingnya peran orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar dalam mendukung keberhasilan program ini setelah para siswa kembali dari barak TNI.

“Pemerintah daerah perlu mempersiapkan peran orang tua, sekolah, dan lingkungan untuk mendukung berkelanjutan perubahan perilaku anak pada fase reintegrasi sosial,” tegas Jasra.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah pusat dan daerah turut mengevaluasi kinerja lembaga layanan perlindungan anak di wilayah masing-masing, demi memastikan seluruh proses pembinaan berjalan sesuai dengan prinsip kemanusiaan.

Baca Juga: Diduga Palak Proyek Rp5 Triliun, Tiga Pimpinan Kadin Cilegon Jadi Tersangka

Program Pancawaluya sendiri menyasar siswa-siswa yang terlibat kenakalan remaja seperti tawuran, pelanggaran tata tertib sekolah, hingga kecanduan gawai.

Dedi Mulyadi sebelumnya menyatakan, pendekatan disiplin melalui barak militer bertujuan membentuk karakter kuat dan bertanggung jawab pada para pelajar.***

17 Mei 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X