Triliunan Rupiah Digelontorkan, jagung dari petani jadi Komoditas Emas Baru?

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 17:43 WIB
Pemerintah melalui arahan Presiden Prabowo Subianto resmi menggelontorkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk menyerap 1 juta ton jagung dari petani dengan harga Rp5.500 per kilogram. (Instagram kementerianpertanian)
Pemerintah melalui arahan Presiden Prabowo Subianto resmi menggelontorkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk menyerap 1 juta ton jagung dari petani dengan harga Rp5.500 per kilogram. (Instagram kementerianpertanian)

 

 

BONE, METROSELEBES.COM – Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian, khususnya bagi para petani jagung.

Pemerintah melalui arahan Presiden Prabowo Subianto resmi menggelontorkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk menyerap 1 juta ton jagung dari petani dengan harga Rp5.500 per kilogram.

Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri panen raya jagung di Bone, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Diplomasi Protein Hewani: Indonesia dan Argentina Perkuat Sinergi Pangan Halal dan Teknologi Pertanian

Langkah penyerapaan besar-besaran ini bukan hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menunjukkan bahwa jagung kini menjadi salah satu komoditas emas yang diperjuangkan negara untuk menjaga harga dan menyejahterakan petani.

Mentan Amran menyampaikan bahwa intervensi negara sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan itu, Amran juga menyampaikan apresiasinya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran Polri atas dukungan penuh terhadap peningkatan produksi jagung.

Terbukti, pada kuartal pertama tahun 2025, produksi jagung nasional melonjak hingga 39 persen, tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Baca Juga: Gibran dan Menteri Pertanian Serahkan Bantuan Alsintan di Kupang, Tegaskan Komitmen Pemerintah untuk Petani

Kebijakan ini mempertegas kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama dalam menjadikan pertanian sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut laporan Kementerian Pertanian, peningkatan produksi ini juga berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja di sektor agrikultur serta mengurangi ketergantungan impor jagung yang selama ini membebani neraca perdagangan.

Dengan skema serapan yang jelas dan harga yang menguntungkan, petani kini tak hanya memanen hasil, tetapi juga memetik harapan baru dari komoditas emas yang semakin bersinar di pasar nasional.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X