Operasi di MacArthur Park
Baca Juga: Kakek Tua Terlempar Saat Tebang Kelapa, Video Viral Hebohkan Warganet
Pada awal Juli, Departemen Keamanan Dalam Negeri meminta bantuan militer untuk operasi di MacArthur Park — lokasi yang dikenal sebagai pusat komunitas imigran dan diduga menjadi pasar gelap identitas palsu.
Mayor Jenderal Scott Sherman awalnya menolak permintaan itu, menilai tidak ada kebutuhan mendesak untuk keterlibatan militer. Namun, keputusannya dibatalkan oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Operasi berlangsung pada 7 Juli dan, menurut laporan Associated Press, selesai dalam waktu satu jam tanpa insiden besar. Namun, Walikota Los Angeles Karen Bass menyebutnya sebagai “aksi politik belaka.”
Pelajaran dari Operasi Berisiko
Para perencana militer segera membagikan pengalaman di Los Angeles ke wilayah lain yang berpotensi menjadi lokasi pengerahan berikutnya. Pesan internal menyebut anggota militer di Los Angeles mengalami pelecehan, protes di hotel tempat agen imigrasi menginap, hingga upaya doxing terhadap anggota Garda Nasional.
Dokumen internal juga menyoroti risiko besar yang melekat pada keterlibatan militer domestik, mengutip insiden tahun 1997 ketika seorang marinir menembak mati seorang remaja bersenjata di Texas. “Kejadian ini menjadi pengingat kuat bahwa setiap tindakan militer akan mendapat pengawasan ketat,” tulis laporan tersebut.
Dampak terhadap Reputasi Militer