Louis Caldera, mantan Sekretaris Angkatan Darat di era Presiden Bill Clinton, mengkritik kebijakan ini. “Trump telah mematahkan banyak norma. Pendahulunya tidak akan menggunakan militer dengan cara seperti ini,” ujarnya.
Baca Juga: DPR RI Berduka, Janji Kawal Keadilan Pasca Wafatnya Affan Kurniawan
Departemen Pertahanan menolak berkomentar karena masalah ini masih dalam proses litigasi.
Kontroversi Hukum dan Tudingan Pelanggaran
Gubernur California Gavin Newsom mengajukan gugatan, menuduh pengerahan pasukan melanggar Posse Comitatus Act tahun 1878 yang melarang penggunaan militer untuk penegakan hukum domestik. Pihak Trump membantah tudingan tersebut, mengklaim pasukan hanya melindungi gedung federal dan personel, termasuk agen imigrasi.
Juru bicara Newsom menilai pengerahan pasukan ini “sekadar teater politik” dan “pertunjukan kekuatan untuk mengintimidasi komunitas.” Saat ini, hanya beberapa ratus pasukan yang tersisa di lapangan.
Persiapan Minim dan Pelatihan Darurat
Pesan internal menunjukkan kekhawatiran militer tentang kesiapan pasukan, yang hanya menerima tiga jam pelatihan penanganan kerusuhan. “Apakah pelatihan ini cukup untuk mengurangi risiko di kondisi seperti Los Angeles? Ini bukan pertanyaan menjebak,” tulis seorang perwira Angkatan Darat kepada rekan-rekannya. Tidak ada balasan yang terungkap dalam dokumen pengadilan.
Untuk mengurangi risiko, militer menyiapkan latihan simulasi di Los Alamitos, California, serta panduan aturan penggunaan kekuatan yang dapat diakses melalui ponsel pasukan.