WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Rencana Presiden Donald Trump untuk mengerahkan Garda Nasional dan Marinir ke berbagai kota di Amerika Serikat memicu kekhawatiran serius di kalangan petinggi militer. Dokumen internal yang terungkap di pengadilan menunjukkan adanya perdebatan internal terkait pelatihan pasukan, risiko operasional, serta dampak sosial dan politik yang luas. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (29/08/2025).
Menurut dokumen yang ditinjau Reuters, pimpinan Angkatan Darat AS menilai bahwa operasi di MacArthur Park, Los Angeles, pada Juni 2025 membawa “risiko sangat tinggi” terhadap warga sipil, pasukan, dan reputasi militer. Operasi tersebut bertujuan mendukung penegakan kebijakan imigrasi Trump di tengah meningkatnya protes publik.
Risiko Tinggi dan Protes Potensial
Dokumen perencanaan operasi memperingatkan bahwa pengerahan pasukan berpotensi memicu demonstrasi besar, kerusuhan, hingga risiko “kesalahpahaman dan salah tembak” (fratricide), bahkan kemungkinan cedera atau kematian warga sipil, termasuk anak-anak. Peta perencanaan operasi juga menandai keberadaan sekolah-sekolah di sekitar area operasi.
Baca Juga: AS Cabut Izin Samsung dan SK Hynix, Produksi Chip di China Terancam Terganggu
“Operasi domestik — ketika militer AS beroperasi di komunitas lokal — membawa dampak besar, di mana kesalahan segelintir prajurit dapat berdampak sosial, politik, dan operasional yang luas,” tulis dokumen internal bertajuk Los Angeles Civil Unrest SRUF (Standing Rules for the Use of Force).
Tradisi Panjang yang Dipatahkan
Langkah Trump mengerahkan 4.000 anggota Garda Nasional dan 700 Marinir ke Los Angeles untuk mengatasi protes imigrasi memicu perdebatan tajam. Sejak itu, Trump juga mengirim pasukan ke Washington, D.C., dan mempertimbangkan ekspansi ke kota-kota besar lain yang dikuasai Partai Demokrat.