Pengamat industri chip, Chris Miller, penulis buku Chip War, menilai kebijakan ini akan semakin menyulitkan produsen Korea dalam mengembangkan teknologi chip canggih di China. "Langkah ini bisa memberi keuntungan bagi produsen peralatan domestik China dan juga bagi Micron (MU.O), kompetitor utama Samsung dan SK Hynix di pasar memori," ujarnya.
Meski begitu, Miller mengingatkan bahwa jika kebijakan ini tidak diikuti dengan pembatasan terhadap produsen chip China seperti YMTC dan CXMT, justru bisa membuka celah pasar lebih luas bagi perusahaan-perusahaan China.
Selain itu, ribuan aplikasi lisensi dari perusahaan AS untuk mengekspor barang dan teknologi ke China kini menumpuk, termasuk peralatan semikonduktor bernilai miliaran dolar, menciptakan backlog besar yang belum terselesaikan. Dengan status Validated End User (VEU) yang kini dicabut, proses pengiriman peralatan ke Samsung dan SK Hynix ke depannya diperkirakan akan lebih lambat dan kompleks.
Langkah AS ini menandai eskalasi ketegangan baru dalam persaingan teknologi antara dua ekonomi terbesar dunia, dengan dampak signifikan bagi rantai pasok semikonduktor global.