internasional

AS Cabut Izin Samsung dan SK Hynix, Produksi Chip di China Terancam Terganggu

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 06:29 WIB
Logo SK hynix dan sebuah motherboard komputer terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 25 Agustus 2025. Source FOTO: REUTERS

JAKARTA,METROSELEBES.COM-Amerika Serikat memperketat pembatasan produksi chip oleh raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics (005930.KS) dan SK Hynix (000660.KS), dengan mencabut izin yang selama ini memungkinkan kedua perusahaan menerima peralatan manufaktur semikonduktor dari AS untuk pabrik mereka di China. Informasi ini tercantum dalam dokumen resmi yang dipublikasikan di Federal Register. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (29/08/2025).

Baca Juga: DPR RI Berduka, Janji Kawal Keadilan Pasca Wafatnya Affan Kurniawan

Departemen Perdagangan AS sebelumnya memberikan pengecualian terhadap aturan ketat yang diberlakukan sejak 2022, yang membatasi penjualan peralatan chip buatan Amerika ke China. Namun, dengan pencabutan izin tersebut, Samsung dan SK Hynix kini diwajibkan mengajukan lisensi untuk dapat membeli peralatan produksi chip di wilayah China.

 

Selain kedua perusahaan Korea Selatan itu, Intel (INTC.O) juga masuk dalam daftar perusahaan yang izinnya dicabut. Meski demikian, dampaknya lebih kecil bagi Intel karena perusahaan tersebut telah menjual unit pabriknya di Dalian, China, awal tahun ini.

 

Pencabutan izin ini tidak langsung berlaku, melainkan memiliki masa tenggang selama 120 hari. Departemen Perdagangan AS menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mempertimbangkan pemberian lisensi agar perusahaan bisa terus mengoperasikan fasilitas yang ada, namun tidak akan mengizinkan ekspansi kapasitas maupun peningkatan teknologi di fasilitas mereka di China.

 

Kementerian Perindustrian Korea Selatan mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah AS, menekankan pentingnya kelancaran operasi perusahaan semikonduktor Korea di China untuk menjaga stabilitas rantai pasok global. "Kami akan melanjutkan diskusi dengan pemerintah AS untuk meminimalkan dampak kebijakan ini," kata kementerian tersebut dalam pernyataan resmi.

 

Kebijakan baru ini diprediksi akan menekan penjualan perusahaan penyedia peralatan manufaktur chip asal AS seperti KLA Corp (KLAC.O), Lam Research (LRCX.O), dan Applied Materials (AMAT.O), yang sahamnya tercatat menurun tajam usai pengumuman tersebut: Lam Research turun 4,4%, Applied Materials 2,9%, dan KLA 2,8%.

Baca Juga: Kakek Tua Terlempar Saat Tebang Kelapa, Video Viral Hebohkan Warganet

Seorang pejabat Gedung Putih sebelumnya telah mengisyaratkan langkah ini sejak Juni lalu, menyebut bahwa AS “sedang menyiapkan langkah antisipasi” jika kesepakatan gencatan dagang dengan China gagal. Saat ini, AS dan China berada dalam masa gencatan tarif, dengan tarif 30% untuk impor dari China ke AS dan 10% tarif untuk barang AS ke China yang berlaku hingga November mendatang.

 

Halaman:

Tags

Terkini