Selama ini, ketergantungan terhadap China cukup tinggi, bahkan perusahaan tambang MP pernah mengirimkan sebagian besar bijih tanah jarangnya ke China untuk diproses. Saham terbesar sebelumnya dipegang oleh perusahaan China, Shenghe Resources, yang memiliki sekitar 8% saham di MP. Namun, setelah pembelian saham preferen senilai $400 juta dan pemberian waran oleh DoD, kepemilikan AS akan meningkat menjadi 15%.
MP sendiri telah menyatakan akan menghentikan pengiriman logam tanah jarang ke China sejak April lalu.
“Kita sedang memenuhi kebutuhan penting bagi keamanan nasional, sembari tetap mempertahankan pendekatan perusahaan publik yang terbuka,” kata CEO MP, James Litinsky dalam panggilan dengan investor.
Sebagai tambahan, MP akan membangun fasilitas produksi magnet kedua di AS, yang disebut sebagai “10X Facility” di lokasi yang belum diumumkan. Seluruh produksi dari fasilitas ini dijamin akan dibeli oleh pelanggan pertahanan dan komersial selama 10 tahun ke depan. MP juga menyatakan bahwa JPMorgan dan Goldman Sachs akan memberikan pinjaman senilai $1 miliar untuk mendanai pembangunan fasilitas tersebut.
Tak hanya itu, MP juga akan menambahkan fasilitas pemisahan logam tanah jarang berat di tambang Mountain Pass, California, yang akan didukung dengan pinjaman $150 juta dari Departemen Pertahanan.
Langkah besar ini menjadi sinyal kuat bahwa AS serius mengurangi ketergantungan pada China untuk pasokan logam tanah jarang dan memperkuat fondasi industri strategis dalam negeri.