JAKARTA, METROSELEBES.COM - Sebuah video yang beredar di media sosial memicu kehebohan publik setelah memperlihatkan bentrokan antara petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan pedagang kecil di salah satu kawasan kota.
Dalam video yang diberi keterangan "Di tempat karaoke sing song, sama pedagang kecil baku hantam, padahal sama-sama melanggar perda", tampak ketimpangan perlakuan terhadap dua pelanggar Peraturan Daerah (Perda) yang memicu kontroversi publik.
Kata "baku hantam" menjadi sorotan utama dalam rekaman tersebut, di mana petugas terlihat adu fisik dengan pedagang yang diduga melanggar aturan berdagang di area terlarang.
Baca Juga: PPATK Ungkap Lebih dari 100 NIK Penerima Bansos Terindikasi Terkait Pendanaan Terorisme
Sementara itu, tempat karaoke ilegal yang juga dinyatakan melanggar perda tidak terlihat mendapatkan tindakan tegas yang sama. Ketimpangan ini menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dalam penegakan hukum.
Seorang pengguna bernama Seniman mengomentari dengan kritis:
> “Disini cermin ketidak tegasan negara terlihat... Seolah anggapan oknum yang bertugas di lapangan dianggap kebodohan kesatuan penertip/aparatur pemerintah/negara...”
Ia menegaskan pentingnya perlindungan bagi petugas yang sah dan bersertifikat, serta menuntut adanya sanksi bagi pihak yang menyudutkan mereka tanpa dasar.
Komentar lainnya dari Harapan Hutapea menggarisbawahi pentingnya prosedur dalam penertiban:
> “Satpol PP ya betul-betul penegak perda, klw masyarakat susah diatur ya wajar klw dieksekusi. Tapi ada prosedur yaitu peringatan sebelumnya secara tertulis…”
Fenomena ini menggambarkan dilema klasik dalam penegakan hukum lokal: ketidakkonsistenan perlakuan terhadap pelanggaran yang setara.
Baca Juga: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Desa, Kemenkop dan TP PKK Satukan Langkah Majukan Koperasi Merah Putih
Aktivitas karaoke ilegal, yang sering kali dijadikan tempat pelanggaran norma sosial dan hukum, tampak dibiarkan, sementara pedagang kecil yang mencari nafkah justru menjadi korban tindakan represif.
Artikel Terkait
Kopdes Merah Putih, Ujung Tombak Prabowo Bangun Ekonomi Rakyat dari Desa"
KUHAP Usang Ditinggalkan Zaman: DPR Desak Pembaruan demi Keadilan Berperikemanusiaan
Bacakan Pleidoi di Persidangan, Hasto Kristiyanto Sebut Penolakan Timnas Israel Jadi Awal Kriminalisasi Terhadap Dirinya
Kapsul Merah Muda dan Skandal Minyak: 90 Tersangka Jerat Kerugian Negara Rp285 Triliun"
Sinergi Hijau: Gerakan Tanam Jagung Serentak Jadi Motor Swasembada Pangan2025
Desaku Maju, Desa Bangkit: Lampung Dorong Pertanian Jadi Sumber Ekonomi Baru
Pimpinan KPK Mengaku Sedih, Persepsi Publik Terhadap Korupsi di Malaysia Dinilai Lebih Baik dari Indonesia
Kontroversi Lita Gading vs Ahmad Dhani Memanas, Psikolog Itu Dipolisikan Terkait Dugaan Eksploitasi Anak
Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Desa, Kemenkop dan TP PKK Satukan Langkah Majukan Koperasi Merah Putih
PPATK Ungkap Lebih dari 100 NIK Penerima Bansos Terindikasi Terkait Pendanaan Terorisme