Trump menyatakan bahwa Iran berpotensi memiliki senjata nuklir “dalam hitungan minggu atau bulan,” dan menegaskan bahwa hal itu tidak bisa dibiarkan terjadi. Sementara itu, Israel telah melancarkan gelombang serangan terhadap fasilitas penyimpanan dan peluncuran rudal di berbagai lokasi Iran, termasuk sasaran strategis seperti fasilitas nuklir Isfahan. Iran membantah adanya kebocoran material berbahaya dari situs tersebut.
Baca Juga: Waspadai Penipuan Berkedok Transmigrasi IKN 2025!
Israel Gempur, Iran Serang Balik. Serangan Israel juga menewaskan Benham Shariyari, komandan kedua dari unit luar negeri Garda Revolusi, menurut militer Israel. Iran menyebut sedikitnya 15 perwira pertahanan udara dan tentara gugur dalam konflik ini. Salah satu tokoh penting Iran, Ali Shamkhani, mengaku selamat dari serangan Israel dan menyatakan siap terus “menjadi alasan permusuhan musuh.”
Sementara itu, sistem pertahanan udara Israel mencegat gelombang rudal yang diluncurkan Iran pada Sabtu pagi. Ledakan terdengar di langit Tel Aviv, namun tidak ada laporan korban dari insiden tersebut. Di sisi lain, satu rudal Iran dilaporkan menghantam rumah sakit di Beersheba, Israel selatan, sementara Iran menuduh Israel telah menargetkan tiga rumah sakit, menewaskan dua petugas medis dan satu anak, serta menghancurkan enam ambulans.
Baca Juga: Pengawasan Ketat SPMB 2025: Komitmen Pemerintah Pastikan Setiap Anak Dapat Tempat di Sekolah
Diplomasi Mandek, Jalan Damai Makin Sulit. Di tengah kecaman internasional dan seruan dari Turki, Rusia, serta China untuk segera menurunkan ketegangan, upaya diplomasi di Jenewa menunjukkan sedikit kemajuan. Presiden Erdogan menuduh Israel sengaja merusak peluang negosiasi nuklir dengan menyerang Iran menjelang perundingan baru dengan AS.
Trump menyatakan bahwa Iran lebih memilih berbicara langsung dengan AS ketimbang dengan Eropa. Ia menegaskan tidak akan menekan Israel untuk mengurangi serangan, karena menurutnya Israel “sedang menang.”
Israel bersikukuh tidak akan menghentikan serangan hingga program nuklir dan kemampuan rudal balistik Iran dilenyapkan, yang dianggap sebagai ancaman eksistensial. Sementara itu, pejabat senior Iran menyatakan kesediaan untuk membahas batasan pengayaan uranium, namun menolak larangan penuh terhadap program tersebut, terutama saat berada di bawah serangan militer.
Konflik Israel-Iran kini berada di titik kritis, dengan risiko menyebar lebih luas jika solusi diplomatik gagal diraih dalam waktu dekat.