internasional

Harga Minyak Melonjak di Tengah Memanasnya Konflik Iran-Israel, Meski Pasokan Masih Aman

Selasa, 17 Juni 2025 | 18:38 WIB
Sebuah pompa angguk beroperasi di lokasi Vermilion Energy di Trigueres, Prancis, 14 Juni 2024. Source FOTO: Reuters

LONDON,METROSELEBES.COM-Harga minyak dunia melonjak pada Selasa (17/6) seiring meningkatnya ketegangan dalam konflik antara Iran dan Israel, meskipun infrastruktur energi utama global belum terdampak signifikan. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (17/06/2025).

Baca Juga: Harga Emas Naik Imbas Konflik Israel-Iran, Investor Berburu Aset Aman

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik sebesar $1,23 atau 1,7% menjadi $74,46 per barel pada pukul 10.23 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat juga menguat $1,08 atau 1,5% ke posisi $72,85 per barel.

 

Kedua kontrak sempat melonjak lebih dari 2% di awal sesi perdagangan, namun kemudian mengalami penurunan sebelum akhirnya kembali pulih dalam kondisi pasar yang sangat fluktuatif.

Baca Juga: Tragedi Bantuan di Gaza: 51 Tewas Dihantam Tank Israel Saat Antre Makanan

Meski belum ada gangguan nyata terhadap aliran pasokan minyak, Iran dilaporkan telah menghentikan sebagian produksi gas dari ladang gas South Pars — wilayah yang berbagi dengan Qatar — usai serangan Israel menyebabkan kebakaran di lokasi tersebut pada Sabtu lalu. Israel juga dilaporkan menyerang depot minyak Shahran di Iran.

 

"Pasar saat ini cukup khawatir terhadap potensi gangguan di Selat Hormuz, meskipun risikonya tergolong rendah," kata analis Saxo Bank, Ole Hansen. Ia menambahkan bahwa tidak ada pihak yang menginginkan penutupan selat strategis tersebut, mengingat Iran akan kehilangan pendapatan dan Amerika Serikat tengah berupaya menurunkan harga minyak demi menekan inflasi.

Baca Juga: Trump Siap Kirim Utusan Damai, Tapi Perang Udara Israel-Iran Kian Membara

Ketegangan di kawasan makin terasa setelah dua kapal tanker minyak bertabrakan dan terbakar di dekat Selat Hormuz pada hari Selasa. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya gangguan elektronik di wilayah tersebut, yang menyoroti tingginya risiko bagi perusahaan energi yang mengangkut minyak dan bahan bakar.

 

Namun demikian, analis menilai pasokan minyak secara global masih mencukupi, terlebih dengan adanya prediksi penurunan permintaan. Dalam laporan bulanannya yang dirilis pada hari yang sama, Badan Energi Internasional (IEA) merevisi proyeksi permintaan minyak global turun sebesar 20.000 barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara proyeksi pasokan justru naik sebesar 200.000 barel per hari menjadi 1,8 juta barel per hari.

Baca Juga: Putin dan Erdogan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Desak Gencatan Senjata Segera

Halaman:

Tags

Terkini