Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan komentar atas tuduhan tersebut. Demikian pula dengan pihak Gedung Putih, Departemen Keuangan AS, dan Kantor Perwakilan Dagang AS yang belum merespons permintaan klarifikasi dari media.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan kepada Fox News bahwa pembicaraan dagang AS-China saat ini "sedikit tersendat," dan kemungkinan besar memerlukan keterlibatan langsung antara Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk mencapai kesepakatan final.
Baca Juga: God Bless Bakal Guncang GBK Sebelum Laga Penentu Timnas Indonesia vs China
Dua minggu setelah negosiasi yang menghasilkan jeda sementara dalam perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu, Bessent mengakui kemajuan sejak saat itu berjalan lambat. Meski begitu, ia optimistis bahwa pembicaraan lanjutan akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan.
Baca Juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Perizinan TKA di Kemenaker, Rp53 Miliar Diduga Mengalir Sejak 2019
Kesepakatan 90 hari untuk meredakan tarif tinggi sempat memicu reli besar di pasar saham global. Namun, kesepakatan itu tidak menyentuh akar persoalan utama yang mendasari kebijakan tarif Trump terhadap produk-produk China, terutama keluhan lama AS terkait model ekonomi China yang didominasi negara dan bergantung pada ekspor. Isu-isu mendasar tersebut masih menjadi bahan perundingan selanjutnya.