JAKARTA, METROSELEBES.COM – Pascatragedi ledakan maut saat pemusnahan amunisi kadaluarsa milik TNI Angkatan Darat di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, situasi di lokasi kejadian masih mencekam.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, mengungkapkan bahwa hingga saat ini petugas masih menyisir dan mensterilkan area sekitar karena dikhawatirkan masih terdapat bahan peledak aktif yang berbahaya.
"Saat ini lokasi masih disterilkan oleh petugas karena dikhawatirkan masih ada beberapa bahan yang berbahaya atau perlu diamankan," ujar Wahyu dalam konferensi pers pada Senin, 12 Mei 2025.
Baca Juga: Ledakan Amunisi Tewaskan 11 Orang di Garut, TNI dan Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Ledakan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB saat personel TNI melakukan pemusnahan amunisi di tiga lubang berbeda. Dua lubang berhasil diledakkan sesuai rencana, namun ledakan maut justru terjadi saat tim bersiap menghancurkan sisa detonator di lubang ketiga.
Akibat ledakan mendadak itu, 13 orang dilaporkan meninggal dunia.
Empat di antaranya adalah anggota TNI, termasuk Kolonel Cpl Antonius Hirmawan dan Mayor Cpl Anda Rohanda, dua perwira tinggi dari Gudang Pusat Amunisi III Puspalad.
Dua anggota lainnya adalah Kopda Eri Triambodo dan Pratu Aprio Seriyawan.
Baca Juga: Tragedi di Garut: Ledakan Susulan Saat Pemusnahan Amunisi Tewaskan 11 Orang
Sembilan korban lainnya merupakan warga sipil yang berada di sekitar lokasi, yakni Agus bin Kasmin, Ipan bin Obur, Anwar bin Inon, Iyus Ibing bin Inon, Iyus Rizal bin Saepuloh, Toto, Dadang, Rustiawan, dan Endang.
Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk, Garut. Aparat TNI dan kepolisian saat ini masih terus melakukan penyisiran di lokasi guna memastikan tidak ada bahan peledak sisa yang bisa memicu ledakan susulan. ***