GARUT,METROSELEBES.COM-Suasana duka menyelimuti Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, setelah ledakan dahsyat mengguncang wilayah tersebut pada Senin (12/5/2025). Insiden maut itu terjadi ketika pihak TNI tengah melakukan pemusnahan amunisi kedaluwarsa di area terbuka dekat pantai.
Baca Juga: AS-Tiongkok Sepakat Redakan Perang Dagang, Bursa Dunia Bangkit
Apa yang seharusnya menjadi prosedur standar pengamanan justru berubah menjadi tragedi. Dentuman pertama dari proses pemusnahan menarik perhatian warga sekitar. Beberapa di antaranya nekat mendekat ke lokasi dengan harapan bisa mengumpulkan serpihan logam dan bagian peluru sisa ledakan, yang dianggap memiliki nilai jual.
Baca Juga: Final Europa League Rasa Zona Degradasi: MU vs Tottenham
Namun tanpa disadari, masih ada amunisi aktif yang belum meledak. Saat warga berada di sekitar lokasi, ledakan kedua terjadi secara tiba-tiba dan jauh lebih fatal. Suara dentuman menggelegar hingga terdengar ke pemukiman warga, disertai kepulan asap dan teriakan histeris.
Baca Juga: Perundingan Dagang di Jenewa: AS dan China Sepakati Kemajuan Penting, Detail Menyusul
Akibat ledakan kedua itu, 11 orang dinyatakan meninggal dunia di tempat. Korban terdiri dari anggota militer yang bertugas dan warga sipil yang berada terlalu dekat dengan area berbahaya. Sejumlah korban lainnya mengalami luka serius dan telah dilarikan ke RSUD Pameungpeuk, Garut, untuk mendapat penanganan medis.
Baca Juga: Jelang Hadapi China, FIFA Hukum Timnas Indonesia: Suporter Jadi Biang Kerok
Seorang perwira TNI yang enggan disebutkan namanya membenarkan kejadian tersebut. "Kami masih melakukan koordinasi dan investigasi lebih lanjut," ujarnya singkat.
Baca Juga: Tanpa Mbappe, PSG Tembus Final Liga Champions: Antara Kebanggaan dan Penyesalan di Madrid
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam serta menjadi peringatan keras tentang pentingnya pengamanan maksimal dan edukasi publik terhadap bahaya mendekati aktivitas militer yang melibatkan bahan peledak.