LONDON, METROSELEBES.COM-Industri pembiayaan mobil di Inggris diperkirakan akan memasuki babak baru setelah Mahkamah Agung Inggris membatalkan sebagian besar putusan pengadilan tingkat bawah terkait praktik penjualan pinjaman mobil. Putusan tersebut dinilai mampu mengurangi beban kompensasi yang semula diperkirakan mencapai sekitar 30 miliar pound menjadi kurang dari separuhnya. Seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (19/08/2025).
Baca Juga: Pop Mart Catat Lonjakan Pendapatan 204%, Boneka Labubu Jadi Andalan Global
Kepastian hukum ini memberi napas segar bagi perusahaan pembiayaan mobil yang selama 18 bulan terakhir terjebak dalam ketidakpastian. Para ahli menilai situasi ini dapat memicu gelombang akuisisi dan konsolidasi, terutama mengingat banyak perusahaan ekuitas swasta telah menahan kepemilikan aset mereka lebih lama dari siklus investasi normal.
“Ini adalah momen ketika aktivitas nyata mulai bergerak,” ujar Hyder Jumabhoy, mitra di firma hukum White & Case. Menurutnya, para pemilik perusahaan pembiayaan kini memiliki landasan lebih jelas untuk mempersiapkan penjualan sambil menunggu detail lengkap skema kompensasi.
Sejumlah perusahaan pun mulai bersiap masuk pasar. Cabot Square Capital, misalnya, dikabarkan menunjuk BNP Paribas untuk menangani penjualan Blue Motor Finance, meski perusahaan itu masih membukukan kerugian 8,5 juta pound pada 2023 dari pendapatan 53 juta pound. Sementara itu, Startline—yang dimiliki hedge fund AS, The Baupost Group—juga disebut-sebut berpotensi dilepas dalam waktu dekat, setelah mencatat pendapatan bunga dan lainnya sebesar 100,3 juta pound dengan kerugian sekitar 4,25 juta pound.
Baca Juga: Brasil Tolak Investigasi Dagang AS, Sengketa Mengarah ke WTO
Elliot Reader, direktur di bank investasi Houlihan Lokey, menilai sejumlah aset menarik telah terlalu lama “terjebak” dalam portofolio ekuitas swasta karena faktor regulasi maupun kondisi makro. “Sekarang adalah waktu di mana kepastian mulai terlihat, sehingga aset-aset ini bisa masuk ke pasar,” katanya.
Meski demikian, sebagian penasihat tetap berhati-hati. Mereka menilai ketidakjelasan soal total biaya kompensasi dapat menunda transaksi hingga 2026. “Ya, putusan ini membuka jalan, tapi pergerakan signifikan mungkin baru terlihat tahun depan atau bahkan 2026,” ujar Antony Walsh dari firma hukum Eversheds Sutherland.
Otoritas keuangan Inggris kini tengah menyusun skema kompensasi untuk pinjaman mobil dengan mekanisme komisi diskresioner—di mana broker dapat menyesuaikan bunga tanpa transparansi penuh. Estimasi terbaru menyebutkan biaya kompensasi kemungkinan berada di kisaran 9–18 miliar pound.
Baca Juga: China Kembali Impor Kanola dari Australia Setelah Empat Tahun Terhenti
Artikel Terkait
RAPBN 2026 Prioritaskan Investasi dan Perdagangan Global, Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Pertahanan Semesta Jadi Agenda Strategis RAPBN 2026, Pemerintah Siapkan Anggaran Besar
Pelayanan Kesehatan Berkualitas Jadi Prioritas RAPBN 2026, Pemerintah Anggarkan Rp244 Triliun
Pendidikan Bermutu Jadi Prioritas Utama RAPBN 2026, Pemerintah Gelontorkan Rp757,8 Triliun
Merpati Putih Hiasi Momen Sakral, Hinggap di Topi Pasukan Saat Upacara HUT RI ke-80
Ramai Isu Kenaikan Gaji DPR, Puan Maharani Jelaskan Soal Kompensasi Uang Rumah
China Kembali Impor Kanola dari Australia Setelah Empat Tahun Terhenti
Meriahkan HUT RI Ke-80, Kapolda Sulteng Gelar Baksos Pertanian Dan Kesehatan Di Tamanjeka Poso
Brasil Tolak Investigasi Dagang AS, Sengketa Mengarah ke WTO
Pop Mart Catat Lonjakan Pendapatan 204%, Boneka Labubu Jadi Andalan Global