Sinergi NU dan Kemenkop: Dorong Akselerasi Koperasi Nasional Menuju Kemandirian Ekonomi

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Jumat, 13 Juni 2025 | 16:08 WIB
Dalam upaya memperkuat koperasi nasional sebagai pilar ekonomi kerakyatan, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menerima audiensi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta. (Instagram kemenkop)
Dalam upaya memperkuat koperasi nasional sebagai pilar ekonomi kerakyatan, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menerima audiensi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta. (Instagram kemenkop)

 

JAKARTA - METROSELEBES.COM - Dalam upaya memperkuat koperasi nasional sebagai pilar ekonomi kerakyatan, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menerima audiensi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.

Audiensi yang berlangsung pada 12 Juni 2025 di Jakarta ini turut dihadiri Imam Besar sekaligus Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), KH. Lutfi Hakim, MA, serta Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta, H. Husny Mubarok Amir.

Dalam pertemuan tersebut, PWNU DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas komitmen Menkop dalam mendorong pertumbuhan, penguatan, dan kualitas koperasi di Indonesia. Mereka juga menegaskan kesiapan Nahdlatul Ulama untuk bersinergi mendukung kemajuan koperasi nasional.

 

Baca Juga: Hakim Sejahtera, Keadilan Menguat: Presiden Prabowo Teken Kenaikan Gaji Hakim

PWNU menilai, koperasi memiliki peran strategis dalam memperluas kesempatan kerja, mengurangi ketimpangan ekonomi, hingga memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat hingga akhir 2024, terdapat lebih dari 127 ribu koperasi aktif di seluruh Indonesia dengan anggota mencapai 28 juta orang.

Namun, tantangan modernisasi manajemen dan digitalisasi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus didorong.

Menteri Budi Arie dalam kesempatan itu menegaskan bahwa penguatan koperasi nasional membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk ormas-ormas besar seperti Nahdlatul Ulama yang memiliki basis massa kuat di akar rumput.

Baca Juga: TBC Masih Mengancam: 75 Persen Kematian, 1 Juta Lebih Kasus Diperkirakan Terjadi di 2023

Sinergi tersebut diyakini mampu mempercepat akselerasi program koperasi modern berbasis digital serta memperluas akses permodalan bagi para pelaku koperasi.

“Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci penting membangun ekosistem koperasi yang kuat, profesional, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar Budi Arie.

Sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama selama ini juga aktif dalam pengembangan koperasi pesantren, koperasi syariah, hingga koperasi sektor riil berbasis UMKM.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X