Debut di Forum Keamanan Asia, Menhan AS Pete Hegseth Usung Visi Baru dan Tantang Pengaruh Tiongkok

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 29 Mei 2025 | 21:51 WIB
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menghadiri rapat kabinet di Gedung Putih, Washington, D.C., AS, pada 10 April 2025. Source FOTO: REUTERS
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menghadiri rapat kabinet di Gedung Putih, Washington, D.C., AS, pada 10 April 2025. Source FOTO: REUTERS

SINGAPURA,METROSELEBES.COM-Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth akan melakukan debut internasionalnya yang paling menonjol akhir pekan ini dengan menyampaikan pidato penting dalam forum keamanan utama Asia, Shangri-La Dialogue. Seperti dikutip dari Reuters Pada Kamis (29/05/2025).

Baca Juga: 146 Peserta Lolos Rikkes Tahap I Siap Lanjut Seleksi Polri di Polda Sulteng

Dalam kesempatan tersebut, Hegseth akan berusaha meyakinkan para pemimpin pertahanan Asia bahwa Washington tetap menjadi mitra paling tepercaya di kawasan Indo-Pasifik — mengungguli pengaruh Tiongkok yang kian agresif.

 

Menurut para pejabat senior AS yang berbicara kepada Reuters, Hegseth dijadwalkan tampil pada Sabtu dalam forum yang digelar di Singapura pada 31 Mei hingga 1 Juni. Ini merupakan pidato panjang pertamanya tentang arah kebijakan pertahanan AS di kawasan sejak dilantik awal tahun ini.

Baca Juga: Residivis Jambret Ojol Ditangkap Warga di Palu, Sempat Diamuk Massa

“Sekretaris Hegseth akan menjelaskan mengapa Amerika Serikat adalah mitra yang lebih dapat diandalkan dibandingkan Partai Komunis Tiongkok,” ujar seorang pejabat pertahanan senior AS yang tak ingin disebutkan namanya.

 

Ketidakhadiran Menteri Pertahanan Tiongkok, Dong Jun, di forum tahun ini disebut sebagai peluang strategis bagi AS untuk memperkuat pesannya tanpa perdebatan langsung dengan delegasi Beijing, seperti yang kerap terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

 

Dilema Komitmen dan Gaya Kepemimpinan Baru. Kehadiran Hegseth menjadi sorotan karena terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran mitra regional atas arah kebijakan luar negeri pemerintahan Trump yang kerap berubah-ubah. Hegseth sendiri, yang sebelumnya dikenal sebagai komentator di Fox News dan dikenal dekat dengan Presiden Donald Trump, telah menuai kontroversi sejak awal masa jabatannya. Ia menyingkirkan sejumlah pejabat tinggi militer dan menyoroti isu-isu dalam negeri seperti penghapusan program keberagaman di militer.

Baca Juga: Partai Gema Bangsa Nyatakan Dukungan Penuh Terhadap Program “Sembilan Berani” Gubernur Anwar Hafid

Namun dalam lawatannya ke Filipina dan Jepang pada Maret lalu, Hegseth menunjukkan pendekatan yang lebih konvensional dengan menekankan pentingnya kerja sama dengan sekutu-sekutu tradisional. Ini menjadi dasar ekspektasi bahwa pidatonya di Singapura akan memberikan sinyal stabilitas.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X