Kopdes Merah Putih Tembus 60 Ribu Unit, Bukti Gotong Royong Bangun Ekonomi Desa

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Kamis, 29 Mei 2025 | 13:22 WIB
Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menyampaikan optimismenya bahwa target pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih akan tercapai sebelum akhir Juni 2025. (Instagram kopdesmerahputih)
Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menyampaikan optimismenya bahwa target pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih akan tercapai sebelum akhir Juni 2025. (Instagram kopdesmerahputih)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM - Pencapaian luar biasa ditorehkan program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), yang hingga 28 Mei 2025 telah terbentuk sebanyak 60.806 unit di seluruh Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menyampaikan optimismenya bahwa target pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih akan tercapai sebelum akhir Juni 2025.

Menurut Budi Arie, angka 60.806 unit tersebut diperoleh berdasarkan data resmi hingga pukul 19.00 WIB pada 28 Mei 2025.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Digadang Jadi Benteng Ekonomi Rakyat di Tengah Gempuran Kapitalisme

Seluruh unit tersebut terbentuk melalui mekanisme Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam merancang dan menyepakati pembentukan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

“Dengan semangat gotong royong dan komitmen masyarakat desa, kita optimis target nasional dapat tercapai.

Ini bukan hanya sekadar pencapaian angka, tapi bentuk nyata pembangunan ekonomi berbasis komunitas,” ujar Budi Arie dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Jadi Ujung Tombak Distribusi Subsidi

Program Kopdes Merah Putih merupakan inisiatif strategis Kementerian Koperasi dan UKM untuk memperkuat struktur ekonomi rakyat dari akar rumput.

Dalam program ini, setiap desa dan kelurahan didorong membentuk koperasi berbadan hukum sebagai sarana meningkatkan produktivitas, akses pasar, dan kesejahteraan masyarakat desa.

 

Sejumlah daerah seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat mencatat laju pembentukan koperasi tercepat.

Hal ini didorong oleh sinergi antara pemerintah daerah, pendamping desa, serta antusiasme masyarakat yang menginginkan perubahan nyata dalam pengelolaan ekonomi desa.

Menteri Budi Arie juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif aparat desa, tokoh masyarakat, dan generasi muda desa yang menjadi motor penggerak kegiatan Musdesus dan pembentukan koperasi desa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X