Meski ledakan telah terjadi sehari sebelumnya, hingga Rabu (28/5) pemerintah setempat belum merilis hasil uji kualitas udara. Hal ini memicu kekhawatiran tambahan di kalangan warga, mengingat kolom asap pekat yang mengandung bahan kimia berbahaya membubung dari pabrik.
Baca Juga: Brimob Sulteng Bersihkan Sekolah di Desa Wombo Pascabanjir, Layanan Madago Respon Siaga 24 Jam
Aparat keamanan terus berjaga dan memantau kawasan seluas 47 hektare tersebut, sementara penyelidikan penyebab ledakan masih berlangsung.
Insiden di Gaomi menambah daftar panjang kecelakaan industri kimia di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, ledakan serupa terjadi di wilayah Ningxia, dan sebelumnya pada 2023 di Provinsi Jiangxi. Yang paling mematikan adalah insiden di pelabuhan Tianjin pada 2015, yang menewaskan lebih dari 170 orang dan melukai lebih dari 700 orang, serta mendorong revisi besar-besaran terhadap regulasi penyimpanan bahan kimia berbahaya.
Baca Juga: Dua Sosok Strategis Resmi Dilantik, Erick Thohir Perkuat Arah Baru Tata Kelola BUMN
Pada tahun yang sama, sebuah ledakan di pabrik kimia lain di Shandong juga menewaskan 13 orang.
Ledakan di Gaomi kembali mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap industri kimia yang berisiko tinggi. Sementara pihak berwenang masih menyelidiki penyebab insiden, warga sekitar kini harus berhadapan dengan trauma, kerusakan rumah, dan ancaman kesehatan yang belum jelas dampaknya.
Artikel Terkait
Dapur Mandiri Pesantren: Resep Baru Santri Sehat dan Ekonomi Bangkit
PKPRI DKI Jakarta Catat Kinerja Gemilang, Layak Raih Akreditasi A
AI Perkuat Peran Humas: Kemenko Dorong SDM Perekonomian Lebih Cakap Digital
Dua Sosok Strategis Resmi Dilantik, Erick Thohir Perkuat Arah Baru Tata Kelola BUMN
Proyek Raksasa Industri Indonesia–Tiongkok: Batang dan Bintan Menuju Status Global
Wali Kota Palu Lantik Pengurus DPD LASQI 2025–2030, Ketua TP-PKK Dikukuhkan Sebagai Ketua
Brimob Sulteng Bersihkan Sekolah di Desa Wombo Pascabanjir, Layanan Madago Respon Siaga 24 Jam
Presiden Macron Tiba di Jakarta, Sebut Indonesia Mitra Strategis dan Tak Sabar Bertemu Presiden Prabowo
Beckham Putra Ceritakan Pengalaman Hadapi Pemain China Jelang Laga Timnas di GBK
Kejati Sulteng Gelar Pra Musrenbang 2025, Soroti Efisiensi Anggaran dan Penguatan Kinerja Satker