BANGKALAN, METROSELEBES.COM – Inisiatif “Dapur MBG Pesantren” yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menjadi tonggak baru dalam upaya menyiapkan generasi santri Indonesia yang sehat, produktif, sekaligus mandiri secara ekonomi.
Program ini tidak hanya sekadar soal memasak, tetapi juga menjadi resep baru dalam membentuk kemandirian dan memperkuat ekonomi lokal berbasis pesantren.
Dalam acara peluncuran “1000 Dapur MBG Pesantren” yang digelar di Pondok Pesantren Syaichona Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, pada 26 Mei 2025, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa melalui dapur ini, pesantren menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang berdikari.
Baca Juga: Kepala BGN Evaluasi Penyajian dan Pengiriman MBG Usai KLB Keracunan di Bogor
“Di dapur MBG pesantren ini, bukan hanya nasi yang dimasak, tetapi kita juga sedang memasak masa depan santri-santri Indonesia menjadi sehat dan produktif,” tegasnya.
Program ini dirancang untuk tidak hanya memberi asupan gizi kepada santri, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar—mulai dari ibu-ibu, petani lokal, hingga pelaku UMKM pangan.
Mereka dilibatkan dalam pengadaan, pengolahan, hingga distribusi makanan. Model ini menciptakan ekosistem ekonomi baru yang memperkuat keterlibatan lokal dan membuka peluang kerja langsung di lingkungan pesantren.
Baca Juga: Marak Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Bantah Ada Pengiritan Kualitas Makanan
Sebuah studi dari Kementerian Agama tahun 2022 menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 30 ribu pesantren di Indonesia yang menaungi sekitar 5 juta santri.
Jika setiap pesantren diberdayakan melalui program sejenis “Dapur MBG”, potensi penguatan ekonomi lokal bisa sangat besar.
Data dari BPS (Badan Pusat Statistik) juga mencatat bahwa sektor UMKM menyumbang lebih dari 60% PDB Indonesia, menjadikan peran mereka sangat strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam laporan Bank Dunia tahun 2023 mengenai pemberdayaan komunitas berbasis agama, disebutkan bahwa pesantren memiliki peran sosial-ekonomi yang kuat di tingkat lokal dan terbukti mampu menjadi agen perubahan, terutama di sektor pendidikan, pangan, dan kesehatan.
Baca Juga: 3 juta warga Indonesia Kenyang! Bocoran Rahasia Sukses Program MBG
Artikel Terkait
Perjanjian Dagang AS-India: Peluang atau Tantangan?
Hilal Awal Zulhijah Terlihat di Aceh, Idul Adha 2025 Jatuh pada 6 Juni
Puan Maharani Desak Budi Arie Klarifikasi Tudingan Libatkan PDIP Dalam Kasus Judol
Hakim Terkemuka Iran Dibunuh Saat Berangkat Kerja, Otoritas Kecam Kurangnya Pengawalan
PDIP Resmi Polisikan Budi Arie, Tudingan Pencemaran Nama Baik Jadi Pemicu
Terungkap, 11 Unit Apartemen Mewah Diduga Dibeli Eks Dirut Taspen dari Uang Korupsi Rp1 Triliun
Kluivert Tegaskan Misi Kalahkan China, Tak Ingin Langkah Timnas Terhenti di Round 3
Jelang Puncak Haji, Kemenag Upayakan Jemaah Pasangan yang Terpisah Bisa Berkumpul di Armuzna
Pemkot Palu Kirim 69 Relawan Bantu Korban Banjir di Wombo Kalonggo Donggala
Langkah Berani Prabowo: Indonesia Siap Akui Israel Jika Palestina Merdeka