Dapur Mandiri Pesantren: Resep Baru Santri Sehat dan Ekonomi Bangkit

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Rabu, 28 Mei 2025 | 15:59 WIB
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menjadi tonggak baru dalam upaya menyiapkan generasi santri Indonesia yang sehat, produktif, sekaligus mandiri secara ekonomi. (Instagram kemenkopmri)
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menjadi tonggak baru dalam upaya menyiapkan generasi santri Indonesia yang sehat, produktif, sekaligus mandiri secara ekonomi. (Instagram kemenkopmri)

 

BANGKALAN, METROSELEBES.COM – Inisiatif “Dapur MBG Pesantren” yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menjadi tonggak baru dalam upaya menyiapkan generasi santri Indonesia yang sehat, produktif, sekaligus mandiri secara ekonomi.

Program ini tidak hanya sekadar soal memasak, tetapi juga menjadi resep baru dalam membentuk kemandirian dan memperkuat ekonomi lokal berbasis pesantren.

Dalam acara peluncuran “1000 Dapur MBG Pesantren” yang digelar di Pondok Pesantren Syaichona Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, pada 26 Mei 2025, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa melalui dapur ini, pesantren menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang berdikari.

Baca Juga: Kepala BGN Evaluasi Penyajian dan Pengiriman MBG Usai KLB Keracunan di Bogor

“Di dapur MBG pesantren ini, bukan hanya nasi yang dimasak, tetapi kita juga sedang memasak masa depan santri-santri Indonesia menjadi sehat dan produktif,” tegasnya.

Program ini dirancang untuk tidak hanya memberi asupan gizi kepada santri, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar—mulai dari ibu-ibu, petani lokal, hingga pelaku UMKM pangan.

Mereka dilibatkan dalam pengadaan, pengolahan, hingga distribusi makanan. Model ini menciptakan ekosistem ekonomi baru yang memperkuat keterlibatan lokal dan membuka peluang kerja langsung di lingkungan pesantren.

Baca Juga: Marak Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Bantah Ada Pengiritan Kualitas Makanan

Sebuah studi dari Kementerian Agama tahun 2022 menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 30 ribu pesantren di Indonesia yang menaungi sekitar 5 juta santri.

Jika setiap pesantren diberdayakan melalui program sejenis “Dapur MBG”, potensi penguatan ekonomi lokal bisa sangat besar.

Data dari BPS (Badan Pusat Statistik) juga mencatat bahwa sektor UMKM menyumbang lebih dari 60% PDB Indonesia, menjadikan peran mereka sangat strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam laporan Bank Dunia tahun 2023 mengenai pemberdayaan komunitas berbasis agama, disebutkan bahwa pesantren memiliki peran sosial-ekonomi yang kuat di tingkat lokal dan terbukti mampu menjadi agen perubahan, terutama di sektor pendidikan, pangan, dan kesehatan.

Baca Juga: 3 juta warga Indonesia Kenyang! Bocoran Rahasia Sukses Program MBG

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X