Inggris Tingkatkan Tekanan terhadap Rusia dengan Sanksi Baru Sektor Militer dan Keuangan

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 20 Mei 2025 | 20:33 WIB
Huruf-huruf plastik yang disusun membentuk kata "Sanctions" ditempatkan di depan warna bendera Union Jack dan Rusia dalam ilustrasi ini. Source FOTO: REUTERS
Huruf-huruf plastik yang disusun membentuk kata "Sanctions" ditempatkan di depan warna bendera Union Jack dan Rusia dalam ilustrasi ini. Source FOTO: REUTERS

LONDON,METROSELEBES.COM-Pemerintah Inggris mengumumkan paket sanksi baru yang menyasar sektor militer, energi, dan keuangan Rusia dalam upaya terbaru untuk menekan Moskow. Selasa (20/05/2025).

Baca Juga: Presiden Taiwan Tawarkan Perdamaian kepada China, Tegaskan Pentingnya Pertahanan yang Kuat

Langkah ini diambil secara terkoordinasi dengan Uni Eropa, yang juga mengeluarkan kebijakan serupa, menyusul serangan drone besar-besaran Rusia terhadap kota-kota Ukraina pada akhir pekan lalu.

 

Sebanyak 100 entitas dan individu baru masuk dalam daftar sanksi Inggris. Pemerintah menyatakan bahwa target utama adalah rantai pasokan sistem persenjataan Rusia, termasuk rudal Iskander, serta institusi keuangan yang membantu Moskow menghindari sanksi internasional.

Baca Juga: Xiaomi Luncurkan Produksi Massal Chip Xring O1: Siap Tanding di Dunia Semikonduktor

"Kami mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk segera menyetujui gencatan senjata penuh dan tanpa syarat demi membuka jalan bagi dialog menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan," ujar Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy. Ia menambahkan bahwa penundaan dalam upaya perdamaian hanya akan memperkuat komitmen Inggris untuk mendukung Ukraina dan memperlemah mesin perang Rusia melalui sanksi.

 

Sanksi terbaru ini juga menargetkan seluruh tingkatan dalam kelompok Social Design Agency, sebuah badan propaganda yang sebelumnya telah disanksi pada 2024 karena dituduh menyebarkan disinformasi dan memicu kerusuhan di berbagai negara Eropa.

Baca Juga: Ketua Komite Anggaran Jodey Arrington Dorong RUU Pajak Trump di Tengah Perpecahan Partai

Tak hanya itu, 46 institusi keuangan turut dijatuhi sanksi karena diduga berperan dalam membantu Rusia menghindari pembatasan ekonomi global. Di antara yang terkena sanksi adalah Bursa Valuta St. Petersburg dan Badan Asuransi Simpanan Rusia yang menjamin simpanan bank-bank Rusia.

 

Sebanyak 18 kapal tambahan dari armada bayangan Rusia juga dimasukkan ke dalam daftar hitam. Armada ini disebut sebagai sarana utama Moskow untuk menghindari sanksi Barat dan tetap mengekspor minyak mentah. Beberapa individu terkait armada tersebut turut dikenai sanksi, termasuk seorang warga negara Inggris yang disebut telah membeli kapal untuk armada bayangan serta dua kapten kapal asal Rusia.

Baca Juga: Rubio Disorot: Bantuan Luar Negeri, Imigrasi, dan Ambisi Trump Jadi Sorotan DPR dan Senat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X