GAZA, METROSELEBES.COM – Ketegangan di Gaza makin memanas. Hamas menyatakan tidak akan lagi melanjutkan pembicaraan gencatan senjata, menyusul rencana Israel yang disebut ingin menguasai seluruh wilayah Gaza tanpa batas waktu.
Pernyataan itu disampaikan oleh pejabat senior Hamas, Bassem Naim, yang mengatakan kepada BBC bahwa tidak ada gunanya melakukan perundingan apa pun jika Israel masih melanjutkan apa yang dia sebut sebagai "perang kelaparan".
Baca Juga: TRUMP ANCAM FILM LUAR NEGERI: TARIF 100% SIAP DITERAPKAN, HOLLYWOOD DIPAKSA “PULANG KAMPUNG”
Militer Israel sendiri telah mengumumkan rencana operasi besar-besaran dengan tujuan utama membebaskan sandera dan "mengalahkan Hamas secara total". Operasi itu disebut-sebut akan memaksa jutaan warga Gaza mengungsi dan membuat Israel mengambil alih distribusi bantuan kemanusiaan.
Namun, menurut para pejabat Israel, serangan tidak akan dimulai sebelum kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke wilayah tersebut pekan depan. Ini disebut sebagai "jendela kesempatan" terakhir bagi Hamas untuk menerima kesepakatan.
Sementara itu, Sekjen PBB António Guterres memperingatkan bahwa serangan darat yang diperluas bisa menambah jumlah korban sipil dan memperburuk kehancuran di Gaza.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyuarakan keprihatinan mendalam dan menyebut perlunya dimulainya proses perdamaian yang baru.
Di sisi lain, Presiden Trump mengatakan AS akan membantu memasok makanan untuk warga Gaza. “Orang-orang kelaparan dan kami akan bantu mereka mendapatkan makanan,” ujarnya, meski tidak menjelaskan detail bantuan tersebut.