TEL AVIV, METROSELEBES.COM – Sebuah rudal yang diluncurkan dari wilayah Yaman menghantam area dekat terminal utama Bandara Ben Gurion, Israel, pada Minggu pagi (4/5/2025). Serangan ini menyebabkan kepanikan warga dan memicu respons cepat dari otoritas setempat.
Rekaman yang diunggah ke media sosial—meski belum diverifikasi—memperlihatkan pengemudi yang menghentikan kendaraan mereka dan mencari perlindungan saat proyektil menghantam wilayah tersebut, menimbulkan gumpalan asap hitam yang mengepul ke udara.
Layanan darurat Israel melaporkan, empat orang mengalami luka akibat ledakan langsung, sementara dua lainnya terluka dalam upaya menyelamatkan diri ke tempat perlindungan. Semua korban telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lebih lanjut.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, merespons tegas serangan ini. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Siapa pun yang menyerang kami, kami akan menyerang mereka tujuh kali lebih kuat.”
Militer Israel saat ini tengah menyelidiki kegagalan sistem pertahanan udara dalam mencegat rudal tersebut. Sirene peringatan dilaporkan berbunyi di beberapa wilayah negara sebagai respons terhadap ancaman.
Baca Juga: Kemenag Buka Seleksi Mahasiswa Indonesia ke Al-Azhar Kairo 2025, Ini Jadwal dan Syarat Lengkapnya
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan yang disiarkan di televisi menyebut bahwa Bandara Ben Gurion “tidak lagi aman untuk perjalanan udara”. Pernyataan ini disampaikan beberapa saat setelah serangan berlangsung.
Penerbangan dari dan menuju Bandara Ben Gurion sempat dihentikan sementara, namun kini telah dibuka kembali setelah dilakukan pemeriksaan dan pembersihan area terdampak. Rekaman media lokal menunjukkan kawah besar di titik jatuhnya rudal.