MetroSelebes- Gencatan senjata yang dilakukan oleh Israel dan Hamas merupakan sebuah langkah untuk menuju kesepakatan damai.
Meskipun hal tersebut diragukan oleh banyak pihak terlebih kejadian yang terjadi beberapa hari lalu dimana tentara Israel menembak mati 5 orang di Jenin, Tepi barat Palestina pada saat gencatan senjata diberlakukan.
Hal tersebut memunculkan spekulasi bahwa setelah pembebasan tahanan dan sandera oleh masing - masing pihak telah selesai, Perang akan kembali dimulai.
Dalam Pembebasan tahanan yang dilakukan oleh kedua belah pihak banyak menyoroti keadaan tahanan usai dibebaskan.
Bahkan ramai masyarakat dunia khususnya indonesia yang menilai adanya perbedaan dalam memperlakukan tahanan yang dilakukan oleh hamas dan tentara Israel.
Baru- baru ini, pada sebuah video yang dirilis Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas di Telegram, sejumlah momen-momen tak biasa terekam kamera antara para sandera dan pasukan Hamas. Dilaporkan bagaimana warga Israel yang dibebaskan tampak tersenyum dan melambaikan tangan perpisahan kepada pasukan Hamas.
Disebut bahwa tawanan dalam kondisi sehat di mana beberapa mengacungkan jempol dan membawa botol air serta camilan.
"Brigade Al-Qassam merilis rekaman, menunjukkan pembebasan tahanan Israel gelombang kedua. Para tahanan tampak sehat dan nyaman sambil melambaikan tangan kepada para pejuang perlawanan," tulis Quds News Network dikutip Senin (27/11/2023).
Baca Juga: BreakingNews : Gempa Besar Mengguncang Papua, Rekaman Gempa Mag:6.9 pada 28 November 2023
Sedangkan itu ditempat dan waktu yang berbeda dilansir dari al-jazeera.com Muhammad Nazzal, seorang remaja yang dibebaskan oleh tentara Israel setelah seminggu ditahan di penjara yang terletak di Gurun Nagev memberikan kesaksian yang sangat menyakitkan.
Dirinya mengatakan,"Mereka tidak memberi saya apapun, Situasi disana sangat buruk".
Dirinya menambahkan saat berada disana, orang - orang tua ditempatkan di lantai dan mereka (tentara Israel) menginjaknya.