MetroSelebess- Pada hari Sabtu waktu setempat, Zionis israel melakukan pengeboman pada salah satu titik vital yang berada di Gaza yakni Universitas Al - Azhar Gaza.
Kali ini sasarannya adalah Universitas Al-Azhar yang berada di Kota Gaza. Hal tersebut di ungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Palestina Amal Jadou.
Serangan ini bukanlah yang pertama dilakukan oleh israel yang kejam, sebelumnya israel juga melakukan serangan pada fasilitas - fasilitas umum lainya seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan sekolah.
Dikutip dari Aljazeera, Minggu (5/11/2023), momen pemboman universitas Al-Azhar itu diunggah di akun X Jadou.
Dari pengeboman tersebut terdapat 15 orang harus kehilangan nyawa, Padahal Universitas Al Azhar telah di tetapkan oleh PBB sebagai Camp Pengungsian bagi warga di Gaza bagian Utara.
Hal tersebut, merupakan bukti bahwa israel tidak mengindahkan seruan PBB untuk tidak menyerang camp pengungsian yang didalamnya terdapat warga palestina yang tidak bersalah.
Berikut Profil Universitas Al Azhar Gaza yang dapat kami rangkum dari sumber wikipedia.org
Universitas Al Azhar Gaza dibuka pada tahun 1991 dimana Pemimpin Palestina pada saat itu Yasser Arafat mengeluarkan dekrit pada bulan September 1991 untuk mendirikan universitas nasional Palestina.
Pada saat dibuka terdapat 725 mahasiswa dan 2 fakultas yakni fakultas pendidikan dan fakultas syariah dan hukum (sekarang telah menjadi fakultas hukum).
Pada saat pertama kali berdiri, Universitas Al-Azhar Gaza hanya memiliki satu gedung dua lantai lalui kemudian terus berkembang menjadi besar sampai saat ini.
Sekarang, Universitas Azhar Gaza telah memiliki cukup banyak fakultas seperti: