MetroSelebes - Konflik antara Zionis Yahudi dan umat Islam di Palestina telah menjadi isu kemanusiaan yang belum menemui titik damai hingga saat ini.
Di tengah perlakuan brutal yang sering kita saksikan di berbagai platform media sosial, muncul pertanyaan, mengapa Zionis Yahudi begitu ketakutan? Apa hubungannya dengan Pohon Gahrqad?
Pada awalnya, sejarah berdirinya Israel sebagai negara memiliki latar belakang kepercayaan umat Yahudi terhadap konsep Tanah Israel atau "R Israel."
Konsep ini semakin terwujud setelah Perang Dunia Pertama, ketika Inggris menguasai seluruh tanah Palestina.
Liga Bangsa-Bangsa kemudian mengakui mandat Britania atas Palestina sebagai negara orang Yahudi.
Namun, kebijakan kolonial Inggris yang merugikan rakyat Palestina membuat ketegangan semakin meningkat.
Deklarasi Balfour pada tahun 1917 adalah salah satu perjanjian kolonial Inggris yang memungkinkan migrasi Yahudi ke Palestina serta melegalkan pembelian dan perampasan tanah yang difasilitasi oleh Inggris.
Ini mengakibatkan pertumbuhan populasi Yahudi di Palestina dari 83.000 jiwa menjadi 467.000 dalam periode 1922 hingga 1940.
Tanah yang dulunya hanya berkisar 148.000 hektar semakin meluas hingga mencapai 383.000 hektar.
Namun, klaim bahwa Palestina adalah tanah nenek moyang Yahudi tidak memiliki dasar sejarah yang kuat.
Sejarah mencatat bahwa Nabi Ibrahim telah mendatangi Palestina sebelum kedatangan Nabi Musa.