MetroSelebes - Pemerintah Israel mengumumkan perang resmi terhadap kelompok Hamas pada hari Sabtu yang lalu, dan saat ini jumlah korban jiwa dan luka-luka semakin bertambah di tengah konflik yang terus berlanjut hingga hari Minggu, waktu setempat.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, korban tewas telah mencapai lebih dari 400 orang, termasuk 78 anak-anak.
Serangan balasan Israel semakin intensif, sementara Presiden Israel bersumpah untuk memenangkan perang.
Sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga bertemu dengan otoritas keamanan untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai situasi di Israel, baik di bagian Selatan maupun Utara.
Konflik yang sedang berkecamuk telah menewaskan ratusan warga sipil, dan dalam pernyataan baru-baru ini, Riyad Mansor dari Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa serbuan Israel yang ditargetkan ke Gaza tidak akan mencapai tujuan mereka, yaitu menghancurkan kelompok Hamas dan memastikan keamanan Israel.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak baik Hamas maupun Israel untuk menghentikan serangan ini.
Baca Juga: Eks Dirut Pertamina Ajukan Praperadilan Ke PN Jaksel, KPK Siap Hadapi Gugatan
Juru bicara dari Kantor Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia telah memperingatkan sebelumnya bahwa konflik antara Hamas dan Israel hanya akan menyebabkan kerugian jiwa dan pelanggaran hak asasi manusia di kedua pihak.
Penting untuk dicatat bahwa pada bulan Februari tahun ini, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB telah mengimbau semua pihak untuk menahan diri dari apa yang ia sebut sebagai "logika eskalasi" dan menekankan bahwa kekerasan hanya akan membawa penderitaan dan pelanggaran hak asasi manusia bagi warga Palestina dan Israel.
Selain itu, situasi kemanusiaan di Gaza, salah satu daerah yang paling padat penduduknya di dunia, semakin mengkhawatirkan.
Pemerintah Indonesia juga telah mengambil sikap tegas dalam menghadapi konflik yang mematikan ini.
Melalui akun resmi Kementerian Luar Negeri, Indonesia mendesak agar peperangan antara Hamas dan Israel segera dihentikan.