JAKARTA, METROSELEBES.COM – Praktik premanisme berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas) dilaporkan merajalela di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pasar tersebut mengaku dipaksa membayar setoran bulanan agar bisa tetap berjualan.
Baca Juga: Rumah Dibongkar Aparat, Atalarik Syah Merasa Dizalimi: Saya Hanya Artis, Bukan Penjahat
“Setiap bulan itu harus membayar Rp 1 juta, tapi nanti setiap hari harus bayar juga uang harian Rp 20 ribu. Kalau tidak setor, enggak bakal boleh jualan di sini,” ungkap seorang PKL bernama Karsidi, Rabu, 14 Mei 2025.
Karsidi menyebut setidaknya ada 150 PKL yang berjualan di area luar pasar.
Jika dikalkulasi, uang yang dikumpulkan dari para pedagang bisa mencapai Rp225 juta setiap bulan.
Baca Juga: Jonatan Christie dan Chico Aura Resmi Tinggalkan Pelatnas, Jojo Kutip Kalimat Ikonik Juergen Klopp
Karsidi menduga kuat dana tersebut tidak masuk ke kas pemerintah daerah, melainkan ke kantong pribadi para oknum ormas.
"Padahal ini lahan milik pemerintah daerah (pemda)," ujarnya.
Lebih miris lagi, menurut Karsidi, intimidasi kerap dialami siapa saja yang mencoba melakukan penertiban.
Dia bahkan mencontohkan insiden yang menimpa kepala keamanan pasar beberapa hari lalu.
Baca Juga: CEO Nissan Desak Jepang Percepat Pembicaraan Dagang dengan AS
"Baru-baru ini kepala keamanan hampir dipukul oleh anggota ormas saat menertibkan PKL. Padahal dia itu pensiunan polisi," ungkapnya.
Kondisi ini turut dikeluhkan pedagang resmi di dalam pasar. Salah satunya adalah Riki, yang merasa aktivitas jual-beli di kiosnya terganggu karena area depan pasar dipenuhi PKL liar.
Artikel Terkait
Roy Suryo Usai Diperiksa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi: Saya Pilih-Pilih Jawab Pertanyaan Penyidik
Langkah Merah Putih: Strategi Diam-Diam Pemerintah Tekan Biaya Notaris Koperasi Desa
Aroma Busuk di Balik Bantuan Rumah: Skandal BSPS di Sumenep Terendus di Jakarta”
Diplomasi Protein Hewani: Indonesia dan Argentina Perkuat Sinergi Pangan Halal dan Teknologi Pertanian
Gugatan atas Kebijakan Kewarganegaraan Trump Memasuki Sidang Mahkamah Agung
China Kecam AS atas Pembatasan Penggunaan Chip AI Huawei
CEO Nissan Desak Jepang Percepat Pembicaraan Dagang dengan AS
Mykhailo Mudryk: Dari Kesunyian Doa ke Sorotan Dunia, Sisi Lain Sang Winger Ukraina
Jonatan Christie dan Chico Aura Resmi Tinggalkan Pelatnas, Jojo Kutip Kalimat Ikonik Juergen Klopp
Rumah Dibongkar Aparat, Atalarik Syah Merasa Dizalimi: Saya Hanya Artis, Bukan Penjahat