Inggris Serukan Dialog Damai India-Pakistan dan Peringatkan Ancaman Krisis Air

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 17:43 WIB
Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, berbicara dengan Reuters dalam sebuah wawancara di Islamabad, Pakistan pada 17 Mei 2025.
Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, berbicara dengan Reuters dalam sebuah wawancara di Islamabad, Pakistan pada 17 Mei 2025.

Menanggapi keputusan India yang menangguhkan partisipasinya dalam Perjanjian Air Indus tahun 1960—langkah yang disebut Pakistan bisa dianggap sebagai tindakan perang jika mengganggu akses air—Lammy menegaskan, "Kami mendesak semua pihak untuk memenuhi kewajiban perjanjian mereka."

 

Perjanjian Indus mengatur penggunaan sistem sungai Indus, yang vital bagi pertanian Pakistan. Penangguhan sepihak dari pihak India telah memicu kekhawatiran besar di Islamabad.

 

Di sisi lain, Lammy menegaskan komitmen Inggris untuk terus mendukung Pakistan dalam memerangi terorisme. "Terorisme adalah luka mendalam bagi negara ini dan rakyatnya, serta tentu saja bagi seluruh kawasan," ujarnya.

 

Baca Juga: India dan Pakistan di Ambang Bencana: Akankah Nuklir Jadi Pilihan?

 

Dalam wawancara yang sama, Lammy juga menyinggung perkembangan di Ukraina. Ia mengecam sikap Rusia yang dinilainya mengaburkan proses perdamaian, menyusul gagalnya perundingan damai antara Rusia dan Ukraina yang hanya berlangsung kurang dari dua jam.

 

"Rusia sekali lagi menunjukkan ketidaksiapan untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Ukraina," tegas Lammy. Ia juga mempertanyakan komitmen Presiden Putin dalam mencari solusi damai. "Sampai kapan kita akan terus menoleransi ini? Kapan kita bisa berkata: cukup sudah?"

Baca Juga: Bara Lama Menyala Lagi: Krisis India-Pakistan Mengancam Perang Besar

Pernyataan Lammy mempertegas posisi Inggris dalam dua isu geopolitik besar dunia saat ini: stabilitas Asia Selatan dan perdamaian di Eropa Timur.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

Iran Pasti akan Balas Dendam

Kamis, 2 Juli 2026 | 10:40 WIB
X