NEW DELHI / ISLAMABAD,METROSELEBES.COM– Ketegangan antara India dan Pakistan kembali memuncak ke level paling mematikan dalam lebih dari dua dekade, menyusul serangan terhadap wisatawan di wilayah Kashmir yang dikuasai India pada 22 April 2025. Serangan tersebut menewaskan 26 warga sipil dan memicu eskalasi militer besar-besaran antara dua negara bersenjata nuklir itu.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak, India dan Pakistan di Ambang Perang Terbuka
Pada 7 Mei, India meluncurkan serangkaian rudal yang menghantam enam kota besar di Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan. Menurut Islamabad, serangan itu menewaskan sedikitnya 31 orang, termasuk dua anak-anak. Sejak saat itu, India juga menggunakan drone untuk menyerang fasilitas militer dan infrastruktur strategis Pakistan. India menuduh Pakistan membalas dengan tembakan rudal dan serangan drone ke sejumlah kota dan instalasi militernya, namun Pakistan membantah telah melakukan serangan balasan.
Kedua negara saling tuduh dan membantah, sambil mengklaim diri sebagai korban agresi pihak lawan. India menyatakan bahwa serangan rudalnya hanya menargetkan “infrastruktur teroris,” sementara Pakistan menyebut banyak korban sipil berjatuhan. Di tengah perang narasi ini, dunia menyaksikan dengan cemas — mengingat sejarah berdarah antara dua negara tersebut.
Baca Juga: Dapur Umum Gaza Nyaris Lumpuh, Ratusan Ribu Warga Terancam Kelaparan Akibat Blokade Israel
Akar Krisis: Luka Sejarah yang Belum Sembuh
Konflik India-Pakistan telah berlangsung sejak pembagian India Britania pada tahun 1947, yang menyebabkan pembentukan dua negara: India yang mayoritas Hindu namun sekuler, dan Pakistan yang mayoritas Muslim. Proses pemisahan ini memicu migrasi massal dan kekerasan antar komunitas yang menewaskan hingga dua juta orang.
Persoalan terbesar muncul di wilayah Kashmir, daerah pegunungan mayoritas Muslim yang menjadi rebutan kedua negara. Perang pertama terjadi pada Oktober 1947, ketika milisi dari Pakistan menyerang wilayah itu. India mengirim pasukan setelah penguasa Kashmir setuju untuk bergabung dengan India. Sejak saat itu, Kashmir terbagi dua, masing-masing dikuasai oleh India dan Pakistan, dengan garis batas yang disebut Line of Control (LoC).
Baca Juga: Hamas Tolak Lanjutkan Perundingan, Israel Siap Kuasai Seluruh Gaza
Dekade demi Dekade: Perang, Perdamaian, dan Pengkhianatan