Inti berita:
• Mahasiswa KKN-PK Unhas Angkatan 69 melalui Program TANGGUH mengedukasi puluhan petani Desa Tellu Boccoe, Bone.
• Penekanan tentang penerapan PHBS dan penggunaan APD untuk mencegah risiko penyakit kulit akibat aktivitas pertanian.
METROSELEBES.com, BONE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Tellu Boccoe melaksanakan Program TANGGUH (Petani Tanggap Hidup Bersih dan Sehat) melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya mencegah penyakit kulit pada petani.
Kegiatan tersebut berlangsung Senin, 27 Juli 2026, pukul 15.00 WITA di Kantor Desa Tellu Boccoe, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. Sebanyak 16 orang petani turut mengikuti kegiatan edukasi tersebut.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani mengenai pentingnya menerapkan PHBS, baik selama maupun setelah melakukan aktivitas pertanian.
Baca juga: Dugaan Larangan Hijab di SMPN 2 Bonggakaradeng, LSM FAK Desak Sanksi Tegas untuk Kepala Sekolah
Paparkan Hasil Observasi di Depan Petani
Berdasarkan hasil observasi lapangan, petani di Desa Tellu Boccoe memiliki risiko mengalami gangguan kulit akibat paparan lumpur, air sawah, pupuk, pestisida, maupun mikroorganisme selama bekerja di lahan pertanian. Karena itu, edukasi mengenai PHBS dinilai penting sebagai langkah promotif dan preventif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat aktivitas pekerjaan.
"Hasil pengamatan kami selama sepekan di lapangan, petani di Desa Tellu Boccoe rentan terhadap risiko penyakit kulit akibat aktivitas pertanian yang digeluti, sehingga penting untuk mengedukasi mereka," ujar Sabika, perwakilan dari Mahasiswa KKN PK Unhas Angkatan 69 kepada MetroSelebes.com, Ahad (2/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta. Mahasiswa KKN kemudian memberikan materi mengenai pentingnya PHBS bagi petani, penyebab dan pencegahan penyakit kulit, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja di lahan pertanian, pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah bekerja, serta praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang benar.
Baca juga: BRI Pacu Transformasi Bisnis, Pembiayaan UMKM Terus Menguat di Tengah Tantangan Ekonomi
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, demonstrasi penggunaan APD, dan praktik CTPS. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta setelah mendapatkan edukasi.
Artikel Terkait
Balok Kayu Melintang di Jalan Medan Tembung Bikin Geger, Benarkah Dipicu Tetangga Beli Mobil Baru?
IKT Kawal Kasus Kematian Siswi SMP di Nabire, Polisi Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan
Kopilot Malaysia Diduga Jadi Kurir Ekstasi ke Jakarta, 26 Kg Narkoba Diselundupkan dalam Koper
Tak Cukup Hukum Pidana, Terduga Pelaku Pembunuhan Remaja Toraja di Nabire Terancam Denda 'Bayar Kepala' Tradisi Papua
Merkuri Cair 3,4 Ton Disisipkan dalam Ekspor Keramik ke Burkina Faso, Bea Cukai Bongkar Modusnya