Inti berita:
• Amran Sulaiman berbagi pengalaman hidup dan memotivasi sekitar 10 ribu mahasiswa baru Unhas agar berani bermimpi besar.
• Tapi mimpi saja tak cukup, harus mengambil tindakan nyata, serta tekun menghadapi tekanan dan kesulitan dalam meraih keberhasilan.
METROSELEBES.com, MAKASSAR - Panggung Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi ruang bagi Amran Sulaiman untuk berbagi cerita sekaligus menanamkan semangat kepada sekitar 10 ribu mahasiswa baru, Selasa, 11 Agustus 2026. Di hadapan ribuan mahasiswa yang baru memulai perjalanan akademiknya, Amran tidak hanya berbicara tentang kesuksesan, tetapi juga tentang proses panjang di baliknya.
Membuka kisahnya, Amran mengingat kembali masa ketika dirinya pernah berada di posisi yang sama sebagai mahasiswa Unhas. Ia mengaku pernah menjalani kehidupan dalam keterbatasan, tinggal di pondokan sederhana atau pondok Indah hingga mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan makan. Pengalaman itu kemudian menjadi bagian dari pesan yang disampaikannya kepada mahasiswa baru.
Baca juga: Pengabdian Sunyi Laode Iman Sutrisno, Menyalakan Harapan di Sekolah Pulau Terpencil Makassar
Bagi Amran, keterbatasan keadaan bukan alasan untuk membatasi cita-cita. Ia mendorong mahasiswa agar berani memiliki mimpi besar, tetapi tidak berhenti pada angan-angan. “Kalau mau sukses harus bermimpi besar. Tapi sukses tidak cukup hanya dengan mimpi, kita harus take action (mengambil tindakan) ,” ujarnya yang juga didengar langsung oleh rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa (JJ).
Pesan tersebut kemudian mengarah pada pentingnya persistensi atau ketekunan. Menurut Amran, perjalanan menuju keberhasilan akan selalu berhadapan dengan tekanan dan kesulitan. Karena itu, mahasiswa diminta tetap berusaha, bertahan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi proses yang tidak mudah.
Baca juga: Henry Sumurung Raih Doktor IPB, Teliti Alasan Gen Z Tak Loyal pada Satu Dompet Digital
Amran juga mengibaratkan proses tersebut seperti terbentuknya berlian yang membutuhkan tekanan dan suhu tinggi. Intinya, seseorang tidak lahir begitu saja menjadi kuat dan bernilai, tetapi ditempa melalui kesabaran, tanggung jawab, serta berbagai proses kehidupan yang berat.
Tawaran 10 PR dari Mentan
Di hadapan mahasiswa baru (maba) Unhas, ia pun berpesan agar kesempatan menempuh pendidikan tinggi tidak disia-siakan. Mereka didorong untuk belajar sungguh-sungguh, bekerja keras, menjaga akhlak, dan kelak tidak sekadar menjadi lulusan Unhas, tetapi menjadi generasi yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
Yang menarik, ketika Mentan Andi Amran Sulaiman menawarkan 10 pekerjaan rumah (PR) setiap hari perkuliahan kepada mahasiswa baru Unhas, tawaran itu justru mendapat penolakan spontan. Amran kemudian meminta para peserta mengangkat tangan sebagai tanda kesediaan, namun sebagian besar mahasiswa memilih tidak mengangkat tangan. Seorang mahasiswa baru asal Kalimantan bahkan berseru, “10 PR terlalu banyak, Pa, karena saya mau aktif di organisasi kampus.”
Artikel Terkait
Tiket Non-Sit KM Dorolonda Diduga Dijual Lebih Mahal, Penumpang Keluhkan Jalur Pihak Ketiga
Pengabdian Sunyi Laode Iman Sutrisno, Menyalakan Harapan di Sekolah Pulau Terpencil Makassar
11 Kantor Pemerintahan di Puncak Dibakar Massa, Penyaluran Dana Desa Berujung Kericuhan
Rumah yang Digeruduk Massa Ternyata Sudah Kosong, Polisi Ungkap Jejak MC Tantangan Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras
Orang Tua Affan Kurniawan Minta Tak Ada Peringatan Setahun, Cukup Doa untuk Almarhum