Pemerintah tengah mendorong adopsi sistem Level 3, yakni teknologi yang memungkinkan pengemudi melepas pandangan dari jalan dalam kondisi tertentu. Namun, rencana uji coba Level 3 yang dijalankan Changan ditunda pasca kecelakaan Xiaomi, meskipun diharapkan akan kembali dilanjutkan tahun ini. Targetnya: mobil Level 3 pertama di China diluncurkan pada 2026.
Untuk menyusun peraturan baru, otoritas menggandeng Dongfeng dan raksasa teknologi Huawei, serta membuka konsultasi publik selama sebulan yang berakhir Jumat ini.
Baca Juga: Otomotif Cina Melesat: Bagaimana Chery, BYD, dan Zeekr Menyalip GM, VW, dan Tesla
Huawei bahkan telah menguji sistem Level 3 sejauh lebih dari 600 juta kilometer secara simulasi dan siap meluncurkannya untuk jalan tol. Di pameran mobil Shanghai, perusahaan itu menampilkan video penumpang bernyanyi karaoke sementara mobil berjalan sendiri.
Zeekr, merek premium dari Geely, juga memperkenalkan SUV mewah Zeekr 9X dengan kemampuan Level 3 yang siap diproduksi massal pada kuartal ketiga jika diizinkan regulator.
Pasar Domestik Semakin Kompetitif
Pasar otomotif China yang sangat kompetitif menjadikan sistem bantuan mengemudi sebagai medan persaingan berikutnya. Fitur Level 2 kini umum dijumpai bahkan pada mobil murah, dengan lebih dari 60% mobil baru tahun ini diperkirakan sudah memiliki fitur ini, menurut riset Canalys.
Produsen terkemuka BYD bahkan menyematkan perangkat lunak mengemudi berbantuan “God’s Eye” secara gratis pada seluruh jajaran produknya.
Baca Juga: Rencana ETF Tesla Ditunda Usai Elon Musk Umumkan Pembentukan Partai Politik Baru
Namun, dalam mengejar teknologi canggih, China juga meningkatkan tanggung jawab hukum bagi produsen dan pemasok suku cadang jika terjadi kecelakaan akibat kegagalan sistem Level 3—sebuah pendekatan yang juga diadopsi Inggris tahun lalu.