Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai kebijakan HGBT sejatinya menjadi strategi mendorong daya saing industri sekaligus menekan biaya produksi.
Baca Juga: China Batasi Ekspor Logam Tanah Jarang ke AS Selama Enam Bulan, Industri Otomotif Terancam
Ia mengutip arahan Presiden Prabowo bahwa HGBT ditetapkan sebesar USD 7 per MMBTU untuk bahan bakar dan USD 6,5 per MMBTU untuk bahan baku.
Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, implementasi HGBT sejak 2020 hingga 2023 telah memberi manfaat ekonomi sebesar Rp247,26 triliun, dengan tambahan ekspor Rp127,84 triliun, penerimaan pajak Rp23,30 triliun, serta investasi Rp91,17 triliun.
Namun, manfaat di atas kertas kini berhadapan dengan realitas di lapangan. Jika distribusi gas tak segera distabilkan, ancaman PHK massal bagi ribuan pekerja pabrik di Indonesia bukan sekadar wacana, melainkan bisa menjadi kenyataan. ***
Artikel Terkait
Mentan Bandingkan Harga Beras Indonesia Dan Jepang, Titiek Soeharto Ingatkan Soal Pendapatan Per Kapita
Ketua Komisi XI DPR Soal Tunjangan Rumah Rp50 Juta: Angkanya Ditentukan Menkeu, Kami Hanya Menerima
Kopdes Merah Putih Segera Nikmati Akses Pembiayaan Himbara
Sekolah Rakyat Jadi Terobosan Baru Putus Mata Rantai Kemiskinan di Indonesia
Strategi Baru DPR Dorong Kreativitas Daerah Atasi Rendahnya Realisasi Dana Transfer
Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pondasi Generasi Emas 2025
Langkah Jitu Mengelola Utang Agar Terhindar Dari Masalah Finansial
Ketum KSPI Soroti Jurang Pendapatan Buruh Vs DPR, Bandingkan Upah Rp20 Ribu Dengan Rp3 Juta Per Hari
Gibran Tegaskan IKN Bukan Proyek Mangkrak Dan Bukti Pembangunan Tak Lagi Jawa Sentris
DPR Ungkap Indonesia Dapat Ultimatum Dari Arab Saudi Segera Lunasi Area Arafah Untuk Haji 2026