Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pondasi Generasi Emas 2025

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Minggu, 24 Agustus 2025 | 20:13 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto, menjadi prioritas utama pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2025. (Instagram kemenkopmri)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto, menjadi prioritas utama pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2025. (Instagram kemenkopmri)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto, menjadi prioritas utama pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2025.

Presiden menegaskan bahwa anak sehat, cerdas, dan produktif merupakan modal penting untuk membangun sumber daya manusia unggul di masa depan.

Melalui Makan Bergizi Gratis, siswa sekolah dipastikan mendapat asupan gizi seimbang guna mendukung tumbuh kembang, meningkatkan konsentrasi, serta mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Baca Juga: Pinang, Bukan Hanya Lomba Agustusan, Tapi Jadi Komoditas Ekspor Bernilai Jutaan Dolar

Sementara itu, Cek Kesehatan Gratis difokuskan pada deteksi dini penyakit seperti anemia, TBC, dan obesitas.

Program ini bukan hanya menjaga kesehatan anak sejak dini, tetapi juga mendorong efisiensi anggaran kesehatan publik serta menurunkan angka kesakitan di masyarakat.

Menurut data UNICEF, satu dari tiga anak di Indonesia masih mengalami stunting akibat kurangnya asupan gizi.

Baca Juga: Strategi Anggaran 2026: Kesehatan dan Pendidikan Jadi Pilar Utama RAPBN

Dengan adanya MBG, pemerintah berharap angka stunting bisa ditekan signifikan, sejalan dengan target nasional menurunkannya hingga 14 persen pada 2024.

Selain itu, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa anemia masih dialami lebih dari 30 persen remaja putri di Indonesia.

Melalui program CKG, diharapkan kondisi ini bisa segera teratasi agar siswa lebih siap belajar dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga: Strategi Anggaran 2026: Kesehatan dan Pendidikan Jadi Pilar Utama RAPBN

Program ini juga dinilai mampu memutus mata rantai kemiskinan dengan memastikan hak dasar anak terpenuhi, mulai dari gizi, kesehatan, hingga hak belajar.

“Masa depan yang berdaya dimulai dari anak yang terpenuhi haknya,” demikian ditegaskan dalam unggahan resmi Kemenko PMK.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X