Selain itu, Rp164,4 triliun ini juga akan diarahkan pada peningkatan akses pupuk subsidi, perbaikan sistem distribusi pangan, serta penguatan koperasi tani.
Dengan prioritas ketahanan pangan ini, pemerintah optimis mampu menghadapi potensi gejolak harga global, perubahan iklim, hingga ketidakpastian geopolitik yang mempengaruhi rantai pasok dunia.
“Kita ingin memastikan, rakyat Indonesia tidak lagi resah soal ketersediaan dan keterjangkauan pangan,” ujar Presiden.
Sebagai perbandingan, alokasi anggaran pangan pada RAPBN 2025 hanya sekitar Rp120 triliun. Kenaikan signifikan di RAPBN 2026 mencerminkan arah kebijakan baru yang menempatkan pangan sejajar dengan sektor pendidikan dan kesehatan.***
Artikel Terkait
Hadiri Pengukuhan 76 Paskibraka Di Istana, Megawati Kenang Saat Bertugas Tahun 1963
Pemerintah Bayarkan Iuran BPJS Kesehatan 146 Juta Jiwa Di 2026, Anggaran Capai Rp69 Triliun
Revolusi BUMN, Prabowo Pangkas Komisaris dan Bonus: Hemat Rp18 Triliun
Gempa Bumi Di Poso: jamaat Gereja Elim Masani jadi korban
Viral Turis Mesir Gugat Hotel Lombok Rp28,4 Miliar Usai Digigit Ular Berbisa
Duka di Tengah Merah Putih: Gempa Poso Hantam Gereja Elim Masani Saat Indonesia Peringati HUT RI ke-80
Ribuan PPPK Parigi Moutong Resmi Dikukuhkan, SK Tahap 1 Diserahkan Bupati
Bupati Parigi Moutong Ingatkan PPPK: Jangan Sampai Kinerja Kalah dari PNS
Bupati Parigi Moutong Ingatkan PPPK: Jangan Gadaikan SK, Fokus pada Kinerja
RAPBN 2026: Delapan Agenda Prioritas Prabowo untuk Indonesia Maju