Selain wacana transportasi laut, Menag juga mengungkapkan rencana besar renovasi lokasi-lokasi penting dalam pelaksanaan haji.
Salah satunya adalah kawasan Mina yang akan dibangun hingga delapan lantai dan tidak lagi menggunakan tenda.
“Jalan layang juga akan ditambah. Ini membuka kemungkinan baru dalam pelayanan haji,” tandasnya.
Baca Juga: Soal Dana Calon Jemaah Haji Furoda, Menag: Pengembalian Tergantung Pihak Travel
Pernyataan Menag ini membuka harapan baru bagi jutaan umat Islam di Indonesia, terutama yang selama ini terkendala biaya tinggi dalam menjalankan ibadah ke Tanah Suci.
Jika terwujud, jalur laut bisa menjadi opsi menarik sekaligus romantisme perjalanan spiritual seperti masa lampau. ***
Artikel Terkait
Indonesia Resmi Gabung BRICS, Prabowo Kukuhkan Peran Strategis di Dunia Multipolar
Mentan Warning Pengusaha Beras Nakal, Sebanyak 212 Merek Dilaporkan ke Pihak Berwajib
Kementerian Pariwisata dan Pemkab Manggarai Barat Perkuat Tata Kelola Wisatawan di Labuan Bajo
80 Ribu Koperasi Desa Melaju: Strategi Merah Putih Bangkitkan Ekonomi Rakyat
Transformasi Bantuan Sosial: Strategi Baru Menuju Nol Persen Kemiskinan Ekstrem 2026
Indonesia-Palestina Bangun Zona Investasi Pertanian Perdamaian di Sumsel, Bukti Nyata Diplomasi Kemanusiaan
RAPBN 2026 Disusun Ketat, Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh Hingga 5,8 Persen
Menko Polkam Sebut Pemerintah Berhasil Ungkap Kasus Narkoba Terbesar Sepanjang Sejarah
Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp63,7 Triliun untuk 2026, Fokus pada Armada, SDM dan Kesejahteraan Personel
Investasi Gagal? Sejumlah Kantor OMC Ditutup di Daerah Sulawesi Tengah